Aqua, Bukan Sekadar Mengemas Air

Kinerja bisnis mesti seiring dengan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Aqua, Bukan Sekadar Mengemas Air
TRIBUN MEDAN/T AGUS KHAIDIR
PROSES pengerjaan Aqua kemasan botol di pabrik Aqua Danone PT Tirta Investama, Langkat. 

Sebelum empat puluh empat tahun lalu, di Indonesia, memang tidak ada yang membayangkan kemungkinan membeli air minum yang dikemas di dalam botol. Sungai-sungai masih mengalir jernih. Dan tak perlu menggali sampai terlalu dalam untuk membuat sumur. Dari sungai atau sumur, air dimasak lantas disimpan di dalam kendi, termos, atau ceret. Pun di restoran, mulai dari kelas kaki lima sampai berbintang lima.

Maka apa yang dilakukan Tirto Utomo pun segera mendapat cibiran. Laki-laki kelahiran Wonosobo ini dipandang gegabah saat mendirikan pabrik air minum kemasan di tahun 1973. Meski pabrik sejenis sesungguhnya sudah dibuka di Thailand tahun 1971, langkah Tirto Utomo tetap saja dinilai nekat.

TIRTO Utomo
TIRTO Utomo (dok.aqua)

Pertimbangannya, siapa yang mau membeli air minum seharga Rp 75 perbotol? Uang dengan jumlah yang sama bisa dipakai untuk menebus 1,5 liter bensin pangkalan. Kala itu satu liter bensin dibanderol Rp 46. Pertanyaan lain, kenapa harus membeli air jika tujuannya hanya untuk diminum?

Ibnu Sutowo, mantan bos Pertamina yang juga jadi bos Tirto di PT Golden Missisipi, bilang, "aneh Tirto iki. Banyu banjir kok diobokke dalam botol."

Selama dua tahun sejak produksi pertama dijual, cibiran tadi sepertinya memang tidak keliru. Air kemasan merek 'Puritas' yang diproduksi di bawah bendera PT Aqua Golden Mississippi beredar di lingkungan yang sangat terbatas. Sangat eksklusif. Cuma di hotel dan restoran. Itu pun hotel dan restoran yang tingkat keelitannya tidak setengah-setengah.

Angin mulai berbalik setelah merek dagang diganti dari Puritas menjadi Aqua. Nama Puritas, Pure Artesian Water, dengan lambang daun semanggi, dinilai terlalu "elit".

Faktor lain yang besar kemungkinan juga memberi pengaruh adalah pergantian wadah kemasan. Botol Puritas yang terbuat dari kaca memang makin membuatnya lekat dengan kesan eksklusif dan --tentu saja-- sangat tidak praktis.

LOGO Puritas (1973-1974) dan logo Aqua (1974-2001)
LOGO Puritas (1973-1974) dan logo Aqua (1974-2001) (dok.aqua)

Namun faktor yang diyakini benar-benar mengubah arah angin bisnis air minum dalam kemasan adalah ketersediaan air bersih yang semakin menurun (terutama di kota-kota besar) dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi air yang memiliki kandungan mineral alami yang kaya nutrisi.

Empat puluh empat tahun setelah botol pertama diproduksi, Aqua yang sejak 1998 menjalin kerjasama kemitraan dengan Groupe Danone, menempatkan diri sebagai produk air minum dalam kemasan nomor satu di Indonesia. Dengan pertumbuhan mencapai 10 persen per tahun, Danone Aqua yang sekarang memproduksi 11 miliar liter air per tahun menargetkan dapat mencapai produksi 25 miliar liter per tahun.

Saat ini terdapat dalam lima varian kemasan, yakni plastic cup (240ml), polyethylene terephthalate atau pet (330ml, 600ml, 1500ml), pet click n go (750ml), galon (19 liter), serta reflections glass bottle (380ml).

Halaman
12
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved