Ngopi Sore

Jokowi dan Politisi-politisi Berjiwa Kosong dan Kering Itu

Makin ke sini politisi-politisi model Sengkuni dan Brutus makin banyak dan makin berterus-terang menunjukkan jati diri.

Jokowi dan Politisi-politisi Berjiwa Kosong dan Kering Itu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PRESIDEN Joko Widodo 

Perkara yang sederhana belaka, sebenarnya. Perkara yang --boleh dikata-- sudah jadi pengetahuan umum. HTI sejak mulai ada di Indonesia terang-terangan memposisikan diri tidak sejalan dengan pancasila. Mereka menentang demokrasi. Mereka turun ke jalan meneriakkan ide khilafah untuk menggantikan sistem bernegara yang telah digariskan undang-undang.

Setya Novanto? Ah, politisi ini kerap bermasalah dan masalahnya tidak pernah jauh dari dugaan korupsi. Walau beliau selalu lolos, keterjeratannya sekarang seharusnya tak perlu diherankan. Seperti pepatah orang-orang tua kita dulu yang tidak bergelar doktor atau profesor, sepandai-pandai Novanto, eh, tupai, melompat, sekali waktu jatuh juga.

Jadi sekali lagi, perkaranya sederhana. Sayangnya, politisi-politisi ini memang tidak ingin mengakui kebenaran. Mereka lebih suka bersulit-sulit dan berumit-rumit, agar memunculkan kebingungan sehingga mana yang benar dan mana yang salah jadi hal yang bersifat nisbi.

Dan di saat itu terjadi, mereka akan leluasa meloloskan kepentingannya. Seperti kata Rendra.

"Kuman di seberang lautan tampak.
Gajah di pelupuk mata tak tampak."
Itu kata rakyat jelata.
Tapi para politisi berkata:
"Kuman di seberang lautan harus tampak,
sebab kita harus selalu waspada.
Gajah di pelupuk mata ditembak saja,
sebab ia mengganggu pemandangan."

Akan tetapi kekacauan tak berhenti sampai di sini. Malang bagi Jokowi, sebab politisi-politisi sontoloyo ini punya banyak sekali pengikut.

Mulai dari kaum awam yang telah membenci Jokowi sejak dalam pikiran, kelompok-kelompok oportunis yang selalu berupaya menunjukkan eksistensi, hingga para intelektual yang memilih berseberangan setelah tersingkirkan dari acara "bagi-bagi kue" kekuasaan.

Maka Jokowi memang perlu ekstra hati-hati. Sebab bukan saja selalu ada Sengkuni. Juga selalu ada Brutus. Yakni mereka yang memiliki keculasan tingkat aduhai dan gemar menikam dari belakang.(t agus khaidir)

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved