Anak Indonesia Rentan Obesitas, Apa yang Harus Dilakukan?

“Sedihnya, pada tahun 2013, penelitian di Indonesia menemukan bahwa angka overweight sudah 10,8 persen dan angka obesitas di atas delapan persen."

Anak Indonesia Rentan Obesitas, Apa yang Harus Dilakukan?
-(shutterstock)
Ilustrasi Obesitas 

TRIBUN-MEDAN.com - Di era modern ini, Indonesia masih saja dihinggapi oleh persoalan gizi, terutama obesitas pada anak.

Diungkapkan oleh dr Reni Wigati, SpA, seorang dokter spesialis anak di RS Dharmais dalam acara diskusi “Kenali Bahaya Gula pada Tumbuh Kembang Anak” bersama Forum Ngobras di Sleepyhead Coffee, Jakarta, Jumat (21/7/2017), Indonesia kini berada di posisi ke-10 di dunia untuk masalah obesitas.

Berdasarkan survei, tingkat gizi lebih pada anak secara global di tahun ’90-an adalah 4,2 persen. Angka ini kemudian meningkat menjadi 6,7 persen pada tahun 2010 dan prediksinya akan lebih dari sembilan persen pada tahun 2020.

Baca: Foto yang Terakhir Bikin Segar Mata, Ini 6 Foto Tyas dan Suaminya Saat Di Ranjang dan Kamar Mandi

Tyas Mirasih dan suaminya tribun
Tyas Mirasih dan suaminya tribun (Instagram)

“Sedihnya, pada tahun 2013, penelitian di Indonesia menemukan bahwa angka overweight sudah 10,8 persen dan angka obesitas di atas delapan persen. Jadi kita sudah duluan di atas prediksi kegemukan dunia pada tahun 2020,” kata dr Reni.

Padahal, kegemukan berpotensi menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan diabetes tipe dua.

Penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar dari kasus obesitas murni disebabkan oleh nutrisional. “Jadi, asupannya lebih besar dari kalori yang dikeluarkan,” kata dr Reni. Sementara itu, kelainan hormon dan genetik hanya menyebabkan kurang dari 10 persen masalah gizi lebih di Indonesia.

Menjaga berat badan anak

Untuk itu, dr Reni pun menghimbau orangtua untuk melakukan pencegahan sebelum terlambat. Caranya dengan mengenalkan pola makan yang benar sejak usia enam bulan atau sejak tahap makanan pendamping air susu ibu (MPASI).

Menurut dia, pola makan yang baik terdiri dari tiga kali makan besar dan dua kali camilan berupa buah segar yang tidak dijus. Kalori yang dikonsumsi anak pun harus dikonsultasikan dengan pakar nutrisi. Lalu, selama makan dan di luar jadwal, anak hanya boleh minum air putih.

Halaman
123
Editor: akb lama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved