Penjelasan BNN soal Flakka yang Diduga Telah Beredar di Indonesia

Meski belum pernah mengungkap kasus penyelundupan flakka di Indonesia, Sulis tak menampik jika barang haram tersebut bisa saja sudah beredar di Indone

Penjelasan BNN soal Flakka yang Diduga Telah Beredar di Indonesia
(KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG)
Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko di Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Senin (27/3/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional mengaku belum pernah mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis flakka.

Kendati begitu, BNN sudah menerima sampel barang berbahaya itu untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

"Laboratorium BNN pernah mendapatkan sample itu (flakka) berdasarkan link antar-laboratorium narkotika di dunia," ujar Humas BNN Kombes Sulistiyandriatmoko kepada Kompas.com, Sabtu (22/7/2017).

Baca: Dikabarkan Segera Menikah, Jessica Mila Beri Jawaban

Meski belum pernah mengungkap kasus penyelundupan flakka di Indonesia, Sulis tak menampik jika barang haram tersebut bisa saja sudah beredar di Indonesia.

"Bisa jadi sudah beredar, tapi pengungkapannya belum pernah ada," kata Sulis.

Sulis menambahkan, flakka merupakan jenis narkotika sintesis. Atas dasar itu, dia menilai flakka jauh lebih bahaya daripada narkotika jenis lainnya.

Baca: Diduga Depresi karena Dipulangkan Majikan, TKW Tewas Gantung Diri

"Misalnya dibandingkan dengan kokain, dia (flakka) bisa 10 kali lipat pengaruhnya dari kokain," kata Sulis.

Sulis menjelaskan, orang yang mengonsumsi flakka bisa menjadi sangat agresif. Bahkan orang yang mengonsumsinya bisa kejang-kejang.

Halaman
12
Editor: akb lama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved