Jangan Terfokus Simpan Pinjam, Kepala Bappenas Mau Koperasi Bersaing dengan BUMN dan Swasta

Koperasi mempunyai potensi untuk menjadi penggerak utama pembangunan nasional di masa yang akan datang.

KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro bersama Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Agus Murrahman, memberikan penghargaan kepada 11 koperasi di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (31/7/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menginginkan koperasi mampu bersaing dengan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) atau perusahaan swasta.

Bambang mengatakan, lini usaha koperasi di Indonesia masih berpotensi masuk kepada semua sektor usaha. Saat ini lini usaha koperasi masih terfokus pada layanan simpan pinjam dan distribusi (pinjaman).

"Kami ingin peran koperasi bukan hanya jumlahnya tapi perannya dalam pembangunan. Kami ingin koperasi bersaing dan punya daya tawar yang sama apakah BUMN maupun perusahaan swasta," papar Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Baca: PLN: Mohon Relakan Pohon-pohon yang Mengganggu Jaringan untuk Ditebang

Baca: Polisi Kirim Pesan Usai Tembak Mati Walikota dan Istri Cantiknya yang Terlibat Narkoba

Dengan itu, lanjut Bambang, koperasi perlu bersinergi dengan berbagai pihak agar bisa meningkatkan kapasitas maupun daya saing yang dapat memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi.

" Koperasi dapat menjadi salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa, karena secara mendasar koperasi memiliki asas yang sama dengan BUMD," papar Bambang.

Baca: Kecelakaan, Penumpang Transportasi Berbasis Online Dapat Tanggungan dari Jasa Raharja

Menurut Bambang, koperasi mempunyai potensi untuk menjadi penggerak utama pembangunan nasional di masa yang akan datang.

"Dalam empat tahun terakhir perkembangan koperasi telah menunjukkan arah yang positif, upaya ini tidak terlepas dari peran aktif pemerintah pusat pemerintah daerah dan dunia usaha serta masyarakat," papar Bambang.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sangat tergantung oleh aktivitas para pelaku ekonomi termasuk koperasi yang menjadi salah satu pelaku ekonomi penting dalam perekonomian Indonesia.

Baca: SEDIHNYA! Gadis 15 Tahun Ini di Jual ke Tempat Lokalisasi, Kerjanya Layani Tamu dan Memakai Sabu

Baca: Cekcok Minta Pacar Bertanggungjawab, Cantika Nekat Lompat dari Boncengan Kekasih

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini Indonesia memiliki 152.282 unit koperasi. Dengan rincian terdiri dari koperasi konsumen sebanyak 97.931 unit, koperasi produsen 27.871 unit, koperasi simpan pinjam 19.509 unit, koperasi jasa 3.661 unit, dan koperasi pemasaran 3.310 unit.

Secara total, jumlah volume usaha koperasi atau total nilai penjualan atau pendapatan barang dan jasa mencapai Rp 176,3 triliun. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved