Beredar ke Kawasan Danau Toba, Sacramento : Ini Ciri dan Dampak Negatif Mi Formalin

"Cirinya secara fisik ketika dicium bau formalin itu terasa menyengat, kenyal dan berkilau-kilau"

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan / Dedy
BBPOM Medan gelar temu pers penemuan 1,2 ton mi berformalin asal Siantar di Jalan Melanthon Siregar Siantar Martoba, Rabu (3/8/2017). (Tribun Medan / Dedy) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepala BBPOM Yulius Sacramento Tarigan mengatakan mi berformalin yang berasal dari Kota Pematangsiantar mengancam kesehatan warga mau pun turis di kawasan destinasi Danau Toba, Sumatera Utara.

Katanya, Kota Pematasiantar adalah salah satu kota pemasok pangan ke kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Hal ini diungkapnya ketika memaparkan penyitaan 1,2 ton mi formalin dari enam grosir Pasar Dwikora di Jalan Melanthon Siregar, Rabu (2/8/2017)

“Siantar adalah salah satu pemasok ke destinasi Danau Toba. Destinasi Danau Toba adalah program unggulan. Ini harus kita sukseskan, mendukung ketersediaan sarana untuk itu, supaya wisatawan nyaman," katanya.

BBPOM memberikan tips untuk membedakan mi berformalin yang sangat membahayakan kesehatan. Apalagi peredarannya diduga ke Balige, Tobasa, Pakphak Barat, Humbahasb Tapanuli Utara, Dairi, Simalungun. 

Baca: NEWSVIDEO: Pengusaha Grosir Mi Formalin Diperiksa, Ini yang Dilakukan BPOM

Baca: Mi Berformalin Seberat 1,2 Ton Disita BPOM, Diduga Sudah Beredar di Berbagai Kota

Baca: Mi Kandung Pengawet Mayat, Telanjur Terdistribusi ke Sejumlah Daerah Kawasan Danau Toba

"Cirinya secara fisik ketika dicium bau formalin itu terasa menyengat, kenyal dan berkilau-kilau. Ini salah satu indikasi juga menggunakan boraks. Kemudian mi kalau tidak menggunakan pengawet paling-paling tahan sehari. Jadi kalo seandainya dibikin pagi, sore masih bertahan, sampai besok. Itu patut dicurigai. Kemudian, mi normal sebenarnya lengket satu sama lain karena terbuat dari campuran tepung," beber Sacramento.

Lanjut Sacramento, Mi berformalin bisa tidak berdampak secara langsung cepat. Namun bisa 10 hingga 20 tahun mendatang hasil mengonsumsi. 

"Meskipun tidak kelihatan dalam waktu dekat, resikonya 10 sampai 20 tahun minimal gangguan pencernaan mulai sakit maag, juga mengganggu sistem saraf. Sarafnya lambat, bisa Sarafnya hiper juga sangat bahaya. Dan juga karsinogenik‎, bisa kanker. Dampak ekonomi berapa biaya yang harus dikeluarkan," pungkasnya.

Dampak Boraks dan Formalin pada Tubuh

Boraks atau biasa disebut asam borate, memiliki nama lain, sodium tetraborate biasa digunakan untuk antiseptik dan zat pembersih selain itu digunakan juga sebagai bahan baku pembuatan detergen, pengawet kayu,antiseptik kayu, pengontrol kecoak (hama), pembasmi semut dan lainnya.

Boraks dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai natrium tetraborate decahydrate dengan rumus kimia Na2B4O2(H20).

Boraks adalah senyawa kimia yang mempunyai sifat dapat mengembangkan, memberi efek kenyal, serta membunuh mikroba. Boraks sering digunakan oleh produsen untuk dijadikan zat tambahan makanan (ZTM) pada bakso, tahu, mi, bihun, kerupuk, maupun lontong.

Efek jangka panjang dari penggunaan boraks dapat menyebabkan merah pada kulit, gagal ginjal, iritasi pada mata, iritasi pada saluran respirasi, mengganggu kesuburan kandungan dan janin. Dosis yang dapat menyebabkan kematian atau biasa disebut dengan dosis letal pada orang dewasa adalah sebanyak 10-25 gram, sedangkan pada anak-anak adalah sebanyak 5-6 gram.

Pada ukuran tertentu, boraks dibolehkan sebagai bagian bahan makanan. Mengonsumsi makanan yang menganung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh secara kumulatif. Seringnya mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks, salah satunya akan menyebabkan gangguan hati.

Adapun Formalin dapat menyebabkan sakit perut, pusing, muntah, dan yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian. Selain terhirup melalui udara, seseorang dapat terpajan formalin dari makanan dan minuman.

Paparan jangka pendek dari kontak fisik dengan formalin, sebagaimana dikutip www.Tribun-Medan.com dari aladokter.com dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata berair. Selain itu, formalin ditengarai bersifat karsinogen, yaitu dapat menyebabkan kanker, terutama pada paparan jangka panjang.

Formalin adalah senyawa organik yang terbentuk secara alami. Saat ini industri banyak mensintesis formalin dari metanol. Zat ini berupa gas yang berbau menyengat dan tidak berwarna.

Formalin biasa digunakan pada kayu yang kerap dipakai untuk membuat barang-barang rumah tangga, seperti lemari pakaian, tempat tidur, dinding, dan barang-barang rumah tangga lainnya. Rumah bisa menjadi sumber keberadaan formalin dengan kadar paling tinggi, terutama pada rumah yang baru selesai dibangun atau baru saja direnovasi.

Formalin juga kerap dipakai sebagai bahan disinfektan dan pengawet mayat.

Dampak Formalin Bagi Kesehatan
Selain yang telah disebutkan di awal, masih ada dampak negatif dari zat ini. Formalin yang terhirup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Bagi Anda yang menderita bronkitis dan asma kemungkinan memiliki sensitif yang lebih tinggi terhadap formalin. Begitu juga dengan penderita penyakit kronis lainnya tidak dapat menerima paparan formalin sekuat orang yang berkondisi sehat.

Radang tenggorokan, batuk, dan mimisan adalah gejala-gejala yang mungkin timbul jika Anda terpapar senyawa kimia ini.

Formalin juga diketahui sebagai salah satu zat pemicu kanker. Sejauh ini, penelitian memang belum membuktikan berapa kadar formalin yang tepat untuk dapat dikatakan sebagai pemicu kanker, namun makin tinggi kadar kadar formalin yang masuk ke tubuh, maka makin tinggi pula risiko terkena kanker, terutama kanker hidung dan tenggorokan.

Ibu hamil dan bayi di dalam kandungan juga harus waspada terhadap paparan formalin. Sementara itu, anak-anak dan lansia dianggap lebih sensitif terhadap formalin dan mungkin akan lebih mudah sakit bila terpapar zat ini.

Saat ini banyak orangtua mengkhawatirkan akan kandungan formalin pada vaksin. Padahal sebenarnya pada vaksin, kadar formalin jauh lebih kecil daripada yang terbentuk secara alami di dalam tubuh. Sebagai perbandingan, vaksin dengan dosis tunggal memiliki kadar formalin paling tinggi yang besarnya 50-70 kali lebih rendah dibandingkan dengan kadar formalin yang terbentuk alami pada tubuh bayi baru lahir. Hal ini telah dibuktikan penelitian. Jadi, tidak perlu khawatir karena formalin pada vaksin aman bagi tubuh.

Kadar Formalin yang Diizinkan di Berbagai Negara di Dunia
Di negara-negara Uni Eropa, produk dengan kadar formalin lebih dari 0,05 persen harus mencantumkan informasi bahwa produk tersebut mengandung formalin. Di negara-negara ini formalin memang diperbolehkan untuk digunakan pada berbagai produk, asalkan kadarnya tidak melebihi 0,2 persen.

Di Amerika Serikat, formalin boleh digunakan pada kayu dengan kepadatan menengah, kayu lapis keras, dan papan partikel dengan kadar formalin 0,09 ppm. Meski demikian, Kanada menyatakan bahwa formalin adalah zat beracun.

Sementara itu di Indonesia pada 2011, pemerintah pernah mendapatkan beberapa jenis makanan yang beredar di pasaran mengandung formalin dengan kadar 10 ppm. Biasanya formalin digunakan pada makanan untuk mencegahnya mudah rusak atau busuk. Oleh karena itu, pemakaian formalin dengan kadar yang tinggi adalah ilegal.

(Dyk/tribun-medan.com) 

*******

KLIK BERITA TERPOPULER LAINNYA

Baca: Psikolog Ini Sempat Bilang K-Pop SNSD Simbol Seks, tapi Gini Akhirnya

Baca: Disebut Simbol Prostitusi, Kisruh Kedatangan SNSD di Indonesia, Disorot Media Asing

Baca: Ternyata Ini Fakta di Balik Video Viral Pencopet Cantik yang Dihajar Warga

Baca: HEBAT, Cewek Bule Tangkap Pencopet Dompetnya, lalu Lakukan Hal tak Terduga Ini 

Baca: Sumpah Maia Estianty dalam Bermusik Usai Cerai dari Ahmad Dhani dan Mau Nikah Lagi

Baca: Maia Estianty Gubah Lagu Menusuk Hati Sang Pelakor, Pesan Untuk Mulan Jameela

Baca: Unggah Foto Bareng Raffi Ahmad, Netizen Malah Bilang Ayu Ting Ting Cemen

Baca: Hujan Debu Akibat Erupsi Gunung Sinabung Dirasakan Hingga ke Kota Medan, Saksikan Videonya

Baca: Gadis Ini Masih Sempat Telepon Panggilan Darurat saat Dililit Ular Besar, yang Terjadi Kemudian?

Baca: Selamatkan Ular Boa Sehari Sebelumnya, Ternyata Kejadian Mengerikan Menimpa Perempuan Ini

Baca: Ngeri, Ular Piton 5 Meter Lebih Kepergok Warga Telan Mangsa, Warga Langsung Belah Perut Ular

Baca: Novel Tegas Menolak Tim Gabungan Polri KPK Tangani Kasusnya, Alasannya Menohok

Baca: Pengacara Pamer Video Kesaktian Dimas Kanjeng tanpa Jubah, Figur Ini yang Merekam

Baca: Unik dan Cerdas, Tengok Trik Perempuan Ini, Penjahat Kelamin pun Bisa Hilang Nafsu

Baca: Mengerikan, Libatkan Orang Bayaran 7 Kasus Pembunuhan Ini Bikin Heboh Publik Indonesia

Baca: Mengejutkan, Saksi Masih Ingat Wajah Pria Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Baca: Setelah Presiden Bertemu Kapolri, Fadli Zon Berharap Kasus Novel Cepat Selesai

 

Baca: Gara-gara Foto Seksi saat Menyusui, Putri Presiden Tuai Cibiran dari Orangtua dan Warganya

Baca: Bersama Si Bungsu Dul di Jet Pribadi, Maia Estianty Kirim Pesan Menohok pada Ahmad Dhani

Baca: Sesama Seleb Enggan Posting Foto Bareng Mulan Jameela, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca: Mengejutkan, Liverpool Menolak Tawaran Fulus Fantastis dari Barcelona untuk Coutinho

Baca: Alvaro Morata Belum Unjuk Gigi Bersama Klub Barunya Chelsea

Baca: Gak Nyangka, Ternyata PSG Bantu Neymar Akali Aturan FFP

Baca: Nemanja Matic Kepergok Jalani Tes Medis di Manchester United

Baca: BREAKINGNEWS - Semburan Dahsyat Erupsi Sinabung 3 km, Arah Barat Gelap-gulita Tertutup Awan Panas

Baca: Harga Sayuran Merangkak Naik, Erupsi Gunung Sinabung Berdampak pada Tipisnya Pasokan

Baca: Pesta Sabu Bersama Teman-temannya, Oknum TNI Diciduk Polisi

Subcribe YouTube Tribun Medan

 
Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved