Inalum Fokus Program Penghijauan Sekitar Danau Toba Selama Dua Tahun Ini

Tanpa Danau Toba Inalum tidak akan mampu mengoperasikan Pabrik Peleburan Aluminium yang berada di Kuala Tanjung.

IST
Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu di sesi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama dengan Dirut PT INALUM (Persero), Winardi 

TRIBUN-MEDAN.com - Komisi VII DPR RI kembali melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Inalum. Kunjungan kali ini dilakukan ke Pabrik Peleburan PT Inalum (Persero) belum lama ini di Tanjung Gading.

Kunjungan DPR RI tersebut dalam rangka melihat kesiapan PT Inalum yang akan diamanahkan oleh pemerintah sebagai induk Holding BUMN Industri Pertambangan. Khususnya kedepan untuk mengambil alih 41,64% saham PT Freeport Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Perusahaan Peleburan satu-satunya di Indonesia ini atas sambutan yang hangat.

Beliau berharap dengan adanya kunjungan ini, Komisi VII DPR RI mampu mendapatkan jawaban terkait kesiapan Inalum dalam mengambil alih 41,64% saham PT Freeport Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Inalum (Persero), Winardi, didampingi Sekretaris Perusahaan, Ricky Gunawan menyampaikan bahwa saat ini Inalum sedang mempersiapkan diri menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan.

Baca: Hanya Butuh 11 Detik, City Car Ini Bisa Melaju 100Km/jam

Yang nantinya akan membawahi PT ANTAM (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Winardi juga menjelaskan bahwa skema Holding BUMN Industri Pertambangan nantinya akan mencontoh dari skema Holding BUMN Semen yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.

Pada kunjungan kerja spesifik ini, Gus Irawan Pasaribu juga menekankan tentang pentingnya perusahaan plat merah ini dalam menjaga hutan yang ada di sekitar Danau Toba dikarenakan Danau Toba khususnya PLTA Siguragura yang notabene merupakan jantung operasi Inalum.

Tanpa Danau Toba Inalum tidak akan mampu mengoperasikan Pabrik Peleburan Aluminium yang berada di Kuala Tanjung.

Sedangkan Winardi kembali menambahkan bahwa perseroan telah dan akan berusaha menjaga hutan yang ada di sekitar Danau Toba dengan melakukan program penghijauan seluas 1.000 ha yang rencananya akan dilakukan dalam waktu 2 tahun (2017-2019).

Halaman
1234
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved