Pria Ini Mengaku Tahu Keberadaan Bank Gaib dan Bisa Gandakan Uang

Pengungkapan peredaran uang palsu tersebut, dipaparkan di kantor Sat Reskrim Polres Simalungun yang dipimpin Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan d

Pria Ini Mengaku Tahu Keberadaan Bank Gaib dan Bisa Gandakan Uang
Tribun Medan/Dedy
Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan dan Kasat Reakrim AKP Damos Aritonang memperlihatkan kedua pelaku dan barang bukti uang Rp 100 cetakan baru palsu di Satreskrim Polres Simalungun, Sabtu (5/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Warga Galuh Perbaungan, Serdangbedagai, Ahmad Aryo alias Ahua (44) dan Hendro Siahaan yang mengaku punya bank gaib dan menggandakan uang kertas.

Ia pun ditangkap Jatanras Kepolisian Resor Simalungun.

Keduanya terbukti bersalah telah memproduksi dan mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100 Ribu terbaru. 

Pengungkapan peredaran uang palsu tersebut, dipaparkan di kantor Sat Reskrim Polres Simalungun yang dipimpin Kapolres AKBP Marudut Liberty Panjaitan di Mapolres Simalungun, Sabtu (5/8/2017)

Kapolres memaparkan, pemalsuan uang tersebut diketahui dan ditemukan di rumah Hariati boru Damanik di Dusun Nagori Hanopan, Nagori Silau Paribuan, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.

Baca: Bisnis Jual Beli Bayi Terbongkar! Polisi Tangkap Orangtua, Pembeli Bayi, Dukun Beranak, dan Bidan

Baca: Wanita Cantik Ini Melahirkan Sendiri dan Tega Simpan Bayinya di Frezeer Kulkas, Begini Kisahnya

"Kedua pelaku melakukan kejahatan tersebut bersama dengan 2 orang rekannya yang sampai saat ini masih dilakukan pencarian. Pelaku melakukan aksinya dengan modus dapat menggandakan dari bank gaib. Aksinya tersebut diketahui, berawal saat bulan Maret 2017, seorang warga bernama Sugiono didatangi seorang laki-laki yang bernama Wak Lembek dan menanyakan, apakah ada orang yang mampu mengangkat uang dari bank gaib," bebernya

"Sugiono menjawab ada, kemudian mempertemukan Wak Lembek dengan pelaku Ahmad Aryo alias Ahua, di rumah pelaku, bermaksud untuk menyampaikan maksud Wak Lembek, perihal mengangkat uang dari bank gaib di Negeri Tongah. Setelah dijelaskan, pengertian bank gaib tersebut adalah di dalamnya terdapat uang Soekarno yang jumlahnya sebanyak Rp 5 triliun dan diperlukan berbagai persyaratan seperti bunga, kain putih dan minyak yang secara keseluruhan diperkirakan sebesar Rp 3 juta," jelasnya lebih rinci. 

Halaman
1234
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved