Anggota DPD RI Sidak, Ini Harapan Warga ke Tirtanadi dan Parlindungan

"Saya pribadi dan keluarga tak mempermasalahkan kenaikan tarif air, yang penting pelayanan yang diberikan dalam hal ini air harus menjadi lebih baik"

Anggota DPD RI Sidak, Ini Harapan Warga ke Tirtanadi dan Parlindungan
Tribun Medan / HO
Anggota DPD RI Parlindungan Purba didampingi Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Delviandri (kiri) saat sidak ke rumah warga yang berada di Kecamatan Helvetia, Minggu (6/8/2017). (Tribun Medan / HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indoensia asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba melakukan sidak ke rumah warga di Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam sidak ini, Parlindungan didampingi Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Sumut, Delviyandri, Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin dan Kacab Sei Agul, Salman Sihotang mendatangi para pelanggan secara acak untuk mendengarkan aspirasi para pelanggan.

kebanyakan warga sudah familiar dengan Anggota DPD RI asal Sumut ini maka warga yang didatangi rumahnya langsung saja menceritakan 'kisah' mereka tentang air setelah Parlindungan memaparkan maksud dan tujuannya mendatangi warga.

Baca: Beli Kartu Member Rp 100 Ribu, Banyak Untungnya Belanja di Toko Ini

Seperti halnya Eriadi warga Jalan Melur 2 blok 5 Kecamatan Medan Helvetia.

Ia mengatakan dirinya bisa menikmati air di jam tertentu dan ia juga jujur kalau air yang disalurkan PDAM Tirtanadi bisa banyak dinikmati kalau menggunakan dap (mesin penarik air).

"Kalau dulu, sekitar tahun 80 an, gak musti pakai sanyo. Mungkin karena saat itu, pelanggan Tirtanadi gak banyak seperti sekarang,"katanya kepada Parlindungan Purba, Minggu (6/8/2017).

Ia juga berharap dengan kenaikan tarif air pelayanan dari Tirtanadi semakin bagus.

"Saya pribadi dan keluarga tak mempermasalahkan kenaikan tarif air, yang penting pelayanan yang diberikan dalam hal ini air harus menjadi lebih baik dan bagus lagi. Baik itu airnya ataupun kelancaran air sampai ke rumah warga,"ujarnya.

Ditanya mengenai berapa dirinya membayar air sebelum dan sesudah kenaikan tarif, Eriadi mengatakan sebelum tarif naik dirinya membayar air Rp 90 ribu dan sekarang Rp 130 ribu perbulan.

Halaman
123
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved