Oh, Ternyata Ini Alasan Pemerintah Belum Revitalisasi Pasar Tradisional

"Program Kementerian Perdagangan ada 1000 pasar se-Indonesia yang akan direvitalisasi, Pasar Muara Takus dan Pasar Aksara masuk dalam program itu."

Oh, Ternyata Ini Alasan Pemerintah Belum Revitalisasi Pasar Tradisional
Tribun Medan / Hendrik
Kios di Pasar Muara Takus terlihat kosong, Minggu (6/8/2017). (Tribun Medan / Hendrik) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Kota Medan masuk dalam daftar pasar tradisional yang akan direvitalisasi menggunakan anggaran Kementerian Perdagangan pada 2016, keduanya yakni Pasar Aksara yang hangus terbakar pada Juli 2016 dan Pasar Muara Takus.

Namun revitalisasi diurungkan lantaran pihak kementerian menemukan adanya indekos di Pasar Muara Takus, dan belum selesainya penyelidikan kepolisian pada Pasar Muara Takus.

"Program Kementerian Perdagangan ada 1000 pasar se-Indonesia yang akan direvitalisasi, Pasar Muara Takus dan Pasar Aksara masuk dalam program itu. Tapi Batal. Pasar Muara Takus batal lantaran ditemukan penyewaan kamar kos, sedangkan Pasar Aksara dikarenakan hasil penyelidikan kepolisian belum selesai," ucap Kadis Perdagangan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Medan, belum lama ini.

Baca: Ini Bentuk Bantuan JR Saragih ke Anak Panti Asuhan

Minggu (6/8/2017), Tribun lantas mencoba mencari tahu kebenaran adanya indekos di pasar tersebut.

Dengan dalih menjadi seorang pencari indekos, Tribun menemukan beberapa rumah toko (Ruko) yang menyewakan kamar dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu saban bulan.

"Ada kamar, tapi khusus perempuan harganya Rp 300 ribu per bulan sudah termasuk listrik dan air," ucap seorang pria berbaju hitam.

Pria tersebut lantas menunjuk beberapa rumah di kompleks pasar yang dijadikan indekos.

"Banyak di sini, dibelakang juga masih ada," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hendrik Fernandes Naipospos
Editor: Sofyan Akbar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved