Yayasan Ini Bekerjasama dengan KPK Untuk Mencerdaskan Mahasiswa di Dunia Politik
"Peran KPK di sini adalah, agar mereka memiliki aspek integritas jika nanti sudah berada di dalam dunia politik. Sehingga mereka tak terjebak pada..."
Penulis: Arjuna Bakkara |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Arjuna Bakkara
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, pelaku tindak pidana korupsi terringgi adalah politisi.
Karenanya, Yayasan SATUNAMA bekerjasama dengan KPK menggelar kegiatan pendidikan politik bagi generasi muda (Tingkat SMA sederajat dan mahasiswa) di Emerald Garden International Hotel, Jalan Yos Sudarso, Senin (7/8/2017).
David Sepriwasa, Fungsional Pencegahan KPK, mengatakan, perlu melakukan pembangunan Integritas bagi Masyarakat Politik. Apalagi, sejumlah 204 dari 643 yang ditangkap KPK sepanjang 2004-2017 adalah politisi.
"Peran KPK di sini adalah, agar mereka memiliki aspek integritas jika nanti sudah berada di dalam dunia politik. Sehingga mereka tak terjebak pada kasus korupsi, dan itulah memang fokus kami di pencegahan," jelasnya.
Dia menjelaskan, jumlah politisi muda di Indonesia saat ini masih sangat minim. Presentase politisi muda yang ada di DPR saat ini hanya 17,2%. Sebagian besar dari politisi muda ini adalah kerabat/anak/saudara dari politisi lain yang telah menduduki jabatan publik.
Menjawab beberapa hal tersebut, Yayasan SATUNAMA dan KPK memiliki Program Dukungan Pembangunan Integritas bagi Masyarakat Politik. Dalam jangka panjang program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam rangka mewujudkan Masyarakat Politik Cerdas Berintegritas di Indonesia melalui penguatan aktor politik.
Sebagai bagian dari program tersebut, Yayasan Satunama dan KPK menyelenggarakan Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Tingkat Madya. Kegiatan ini merupakan kegiatan pendidikan politik bagi generasi mudal sebagai kader-kader politik muda untuk menjadi politisi yang cerdas dan berintegritas dalam membangun kehidupan politik Indonesia yang bermartabat dan anti-korupsi.
Baca: Sampai Hati Siswa SMP Tega Memukul Gurunya Pakai Balok Kayu Saat Sedang Mengajar
Katanya, kegiatan ini dilaksanakan di 9 (sembilan) provinsi di Indonesia sebagai kelanjutan dari Pelaksanaan Kelas Politik Cerdas Berintegritas Tingkat Pratama Tahun 2016. Sembilan provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.
Peserta nantinya akan didpisah menjadi dua bagian. Yakni tingkat madya dan siswa. Pada tingkat siswa akan diajarkan teori, sedangkan pada ringkat madya diajarkan skil serta croscek langsung ke lapangan.
"Pada tingkat madya ini, kita juga akan ada kunjungan ke partai politik. Agar mereka tahu dan langsung crosschek," tambahnya.
Valerianus B Jehanu, dari Yayasan Satu nama mengatakan, para peserta merupakan hasil seleksi dari berbagai kampus dan sekolah yang dinilai meminati dunia politik. Mereka yang menjadi peserta tersebut adapah orang-orang yang lulus selekasi melalui tes tertulis dari seluruh sekolah dan kampus di Sumut.
"Berdasarkan seleksi, dan paling jauh ada yang dari Nias," bebernya.
(cr1/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mahasiswa-dan-sma-ikut-pelatihan-dari-kpk-tribun_20170807_123059.jpg)