Gugatan Pembatalan DO Dikabulkan PTUN Medan, Ini Janji Anry Tulus

"Sejak dapat surat DO, saya keluar dari rumah dan tinggal sama senior. Saya diminta untuk menyelesaikan semuanya. Makanya setelah ini saya berjanji,"

Tribun Medan / Mustaqim
Anry Tulus Sianturi, mahasiswa FP USU stambuk 2010 yang berhasil memenangkan gugatan pembatalan SK DO dari kampusnya di PTUN Medan, Selasa (15/8/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lega, begitu pengakuan dari mahasiswa Fakultas Pertanian, Departemen Agroekoteknologi stambuk 2010, Anry Tulus Sianturi begitu mengetahui gugatannya terhadap Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara nomor 2571/UN5.1.R1/SK/SPB/2016 tentang Drop Out dikabulkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Selasa (15/8/2017).

Anry yang datang terlambat pada persidangan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan agenda putusan itu baru mengetahui gugatannya diterima oleh hakim dari seorang staf PTUN Medan.

"Pas saya datang ternyata hakimnya sudah menyatakan menerima seluruh permohonan gugatan saya," kata Anry.

Baca: Tak Ada Puskesmas, Ibu Ini Terpaksa Ditandu Kondisi Masih Diinfus Jalan Kaki Mau Melahirkan

Begitu gugatannya diterima, mahasiswa yang mengaku tengah menyusun skripsi ini berjanji akan segera menyelesaikan karya ilmiahnya sehingga dapat melaksanakan ujian meja hijau.

Apalagi semenjak surat DO dari kampusnya keluar, mahasiswa semester 13 yang sebelumnya tinggal bersama orangtuanya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan keluar dari rumah.

"Sejak dapat surat DO, saya keluar dari rumah dan tinggal sama senior. Saya diminta untuk menyelesaikan semuanya. Makanya setelah ini saya berjanji, akan segera saya tamatkan kuliah ini," ungkapnya.

Begitu keluar dari rumah, Anry pun lantas berdiskusi dengan sejumlah senior kampus maupun praktisi hukum hingga akhirnya mengajukan gugatan ke PTUN Medan tanpa bantuan pengacara.

Gugatannya bermula ketika kampus tempatnya menuntut ilmu mengeluarkan surat pemecatan (DO) terhadap dirinya. Adapun yang menjadi pertimbangan USU mengeluarkan surat DO dikarenakan tidak aktif selama lima semeter perkuliahan dan tidak membayarkan uang SPP semester 12.

"Memang saya tidak bayar SPP di semester 12 karena kendala ekonomi, tapi kemudian saya ajukan di semester 13 supaya bisa ikut perkuliahan kembali dengan membayarkan seluruh tunggakan dan diizinkan. Tapi tak lama surat DO justru keluar, ada apa ini?," jelasnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: akb lama
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved