HUT Kemerdekaan RI
Gadis Cantik Pembawa Baki Bendera Pusaka Bercita-cita Ingin Masuk Akpol
Tahun ini, pelajar Puteri asal SMAN 1 Kuala Langkat, Miza Salsabila (15) terpilih untuk membawa baki 1 pengibaran bendera.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Provinsi Sumatera Utara sukses menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (17/8/2017).
Tim yang berjumlah 66 orang, yang terdiri dari 30 pelajar puteri dan 36 putera ini berhasil membawa merah putih berkibar dengan sukses dan lancar dari awal proses hingga pengibaran.
Tahun ini, pelajar Puteri asal SMAN 1 Kuala Langkat, Miza Salsabila (15) terpilih untuk membawa baki 1 pengibaran bendera. Pelajar kelahiran Kuala, 22 Januari 2002 ini mengatakan lega dan bangga karena telah menjalankan tugas dengan baik.
Baca: Sukses Emban Tugas, Personel Paskibra Dihadiahi Liburan ke Jakarta dan Bandung
Baca: Gubernur Sebut Hari Kemerdekaan Jadi Momen Bersatu Untuk Bangun Sumut
"Perasaannya tentu lega, cuma kan tugas belum selesai karena masih ada penurunan berat sore nanti. Pastinya tetap bangga dan senang bisa dipercaya jadi pembawa baki. Gak kepikiran dan firasat dari awal bakal jadi pembawa Baki." terangnya kepada Tribun-Medan.com, Kamis (17/8/2017).
Puteri pasangan Yustriadi dan Siti Zahra ini mengaku sempat deg - degan. Termasuk saat mengambil bendera pusaka dari Inspektur upacara, Gubsu Tengku Erry Nuradi. Apalagi pada saat detik - detik pengibaran bendera.
"Pastinya deg - degan. Cuma dibawa santai aja dan jangan tegang kali. Jalani aja gitu, yang penting ikhlas dan semangat.Apalagi waktu mengambil bendera dari pak Gubsu sangat deg - degan dan terharu juga. Karena kalo salah ketukan melangkah pasti patal kali. Alhamdulillah semuanya lancar," ujar siswi kelas XII IPA ini.
Gadis berparas cantik berkulit kuning langsat ini menjelaskan dirinya memiliki cita-cita besar nantinya setelah lulus SMA, bisa masuk di Akademi Kepolisian (Akpol) wanita. Untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan Negara NKRI ini.
Selain itu, Miza juga tak lupa berterima kasih kepada kedua orang tua dan teman sekolah yang mendukung serta mendoakan sehingga bisa masuk dalam tim paskibraka.
"Terima kasih atas doa dan dukungan semuanya mulai seleksi sampai masuk asrama sehingga saya bisa melangkah sampai saat ini. Kepada kepala kepala dan wakil kepala sekolah terima kasih atas dukungan hadir langsung di upacara ini,"
Ia juga bercerita banyak duka dan suka yang dialami bersama selama menjalani masa karantina di asrama LPP, jalan Williem Iskandar Medan.
"Banyak pengalaman baru yang diperoleh dari kawan - kawan asal kabupaten kota lain seperti Nias dan Madina. Seperti belajar bagaimana bahasa daerah Nias. Pengalaman baru pasti. Kalo duka tentunya ada. Tapi, Itu semua demi kebaikan bersama," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/paskibra-sumut_20170817_191731.jpg)