Breaking News

Barcelona Diserang Teroris, Spanyol Umumkan 3 Hari Berkabung

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengumumkan tiga hari berkabung atas untuk mengenang para korban "serangan jihad" di Barcelona.

Tayang:
BBC
Las Ramblas, Barcelona 

TRIBUN-MEDAN.COM, MADRID - Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengumumkan tiga hari berkabung atas untuk mengenang para korban "serangan jihad" di Barcelona.

Rajoi menyebut serangan yang mematikan, yang diklaim oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), itu sebagai korban "serangan jihad”.

Rumah tangga kerajaan Spanyol mengatakan di Twitter, "Mereka adalah pembunuh, tidak lebih dari penjahat yang tidak akan meneror kita. Semua warga Spanyol adalah Barcelona."

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berkicau, "AS mengecam serangan teror di Barcelona, Spanyol, dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu."

Trump menambahkan, "Jadilah tangguh dan kuat, kami mencintai Anda semua!" sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis, AFP.

Baca: BREAKING NEWS: Teror Melanda Barcelona, 13 Orang Tewas Ditabrak Mobil Van, 80 Orang Luka-luka

Baca: Polisi Tembak Mati 4 Terduga Pelaku Teror di Barcelona

Polisi Spanyol mengatakan, dua orang telah ditahan pada Kamis (17/8/2017) setelah ditangkap di dua kota, Ripoll dan Alcanar, keduanya di wilayah Catalonia dengan Barcelona sebagai ibu kotanya.

Selain serangan dengan mobil van di Barcelona, sebuah ledakan itu juga terjadi di kota Alcanar, Kamis dini hari. Satu orang meninggal dan satu lainnya terluka dalam insiden tersebut, kata polisi.

Polisi mengatakan, seorang yang mengendari mobil menuju sebuah pos pemereiksaan polisi di Barcelona juga ditembak mati.

Meskipun tidak ada memiliki bukti bahwa pengendara itu terhubung dengan pengendara mobil van tersebut, dia tetap ditembak dan akhirnya tewas.

Rekaman video yang beredar secara berantai menunjukkan beberapa mayat berserakan di sepanjang jalan di Las Ramblas, beberapa korban tanpak bergerak.

Paramedis dan relawan kemudian mengevakuasi para korban, merawat mereka yang terluka, dan mencoba menghibur mereka yang masih sadar.

Di sekitar mereka, tampak sampah berserakan, dan benda-benda lain juga seperti topi, sandal jepit, tas dan kereta dorong bayi tergeletak begitu saja.

Kementerian Luar Negeri Belgia mengatakan, seorang Belgia termasuk di antara korban tewas.

Kepala pemerintah lokal di Barcelona, Carles Puigdemont, mengatakan, orang-orang telah berduyun-duyun ke rumah sakit di Barcelona untuk mendondorkan darah mereka.

Susana Elvira Carolina (33), yang bekerja di sebuah toko di Las Ramblas, baru saja memasuki bangunannya saat van menyerang kerumunan pejalan kaki.

"Dari jendela Anda bisa melihat mayat-mayat tergeletak di sana, Anda bisa melihat bagaimana orang-orang dilindas. Kami menutup pintu, tapi orang mengalir masuk dan kami harus tetap buka sehingga mereka bisa memasuki toko."

Insiden serangan van maut terjadi pada puncak musim turis di Barcelona, yang merupakan salah satu tujuan perjalanan teratas di Eropa, dengan setidaknya 11 juta pengunjung dalam setahun.(*)

Berita Ini Sudah Tayang di Kompas.com dengan Judul Kenang Korban Teror Barcelona, Spanyol Umumkan 3 Hari Berkabung

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved