Sangkala Sosialisasikan Pelestarian Alam kepada Anak Muda
Muhammad Hardinas, Anggota Bidang Pendidikan dan Latihan menuturkan Sangkala mempunyai 3 misi. Yaitu pelestarian lingkungan, aksi kemanusiaan dan peng
Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.COM - Jauh sebelum kegiatan pencinta alam semarak seperti sekarang, Sangkala, komunitas pecinta alam yang menggemari kegiatan di alam bebas ini sudah dibentuk sejak 1989.
Dengan perekrutan anak muda setiap tahunnya, bertujuan untuk melanjutkan misi pelestarian lingkungan.
Muhammad Hardinas, Anggota Bidang Pendidikan dan Latihan menuturkan Sangkala mempunyai 3 misi. Yaitu pelestarian lingkungan, aksi kemanusiaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Tiga misi itu diharapkan mewujudkan cita-cita organisasi menjadikan personil sangkala bajik secara paripurna, kata Dinas.
Baca: Banteng Jawa Tersisa 28 Ekor, Beginilah Upaya Pelestarian Satwa Langka agar Tidak Punah
Baca: Unesco-Indonesia Latih Pelestarian Cagar Budaya
Sangkala didirikan pada tanggal 1 juli 1989 oleh Fachrurrazi CH malley, Zahedi, Rahmadani dan Graha Satya. Kini Sangkala dipimpin oleh Abdul Ghafur Simatupang.
Dinas menuturkan sejak berdiri, Sangkala telah mengeksplore dari pulau Sumatera sampai Pulau Papua dengan berbagia kegiatan.
Untuk di Sumut, Sangkala bahkan membuat riset dan menganalisa beberapa destinasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Kami mempelajari beberapa jalur pendakian pada destinasi itu untuk mempermudah andai kata ada kecelakaan (orang hilang) di destinasi tersebut," katanya.
Untuk di wilayah Sumut, kegiatan Sangkala sering melakukan riset di Kabupaten Karo, berkegiatan di Gunung Sibayak lewat jalur 54, Gunung Barus di Desa Bukum, Gunung Sibuatan di Desa Naga Lingga, Gunung Simpulan Angin Via di desa Doulu, dan Gunung Getaruman dengan jalut Desa Bukum dan sebagainya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/komunitas-sangkala_20170818_175820.jpg)