Harga Cabai Merangkak Naik, Tak Disangka Ini Penyebabnya

kenaikan harga cabai saat ini lebih di pengaruhi oleh perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017.

Harga Cabai Merangkak Naik, Tak Disangka Ini Penyebabnya
Tribun-Medan.com/ Ryan Juskal
Pedagang Cabai Merah. (Tribun-Medan.com/ Ryan Juskal) 

TRIBUN-MEDAN.com - Harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada saat ini harga cabai diperdagangkan dengan variasi harga yang cukup beragam. Cabai merah dijual dalam rentang Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Meskipun tetap ada pedagang yang menjual cabai merah di harga Rp 22 ribu per kilogram, namun ini adalah cabai stok lama, dengan harga lama dan kualitasnya buruk.

Kenaikan harga cabai saat ini, belum bisa dikatakan sepenuhnya sebagai pertanda awal adanya tren kenaikan harga cabai merah dalam waktu dekat, yang dikhawatirkan bisa mendongkrak kenaikan harga cabai, seperti tahun sebelumnya yang sempat di atas Rp 50 ribu per kilogram.

Baca: NEWSVIDEO: Sinabung Erupsi Lagi, Harga Cabai Pun Semakin Pedas

Berdasarakan hasil pemantauan di pasar tradisional, kenaikan harga cabai saat ini lebih di pengaruhi oleh perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017. Meskipun jatuh pada hari Kamis, namun banyak masyarakat merayakannya di hari Minggu kemarin.

Sisi distribusi barang pun mengalami gangguan. Banyak distributor dan pedagang yang belum sepenuhnya kembali ke aktifitas normal perdagangan di pasar.

Namun, menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, masyarakat tidak perlu panik, harga sepenuhnya belum kembali ke kondisi normal pada saat ini. Harga yang berlaku sekarang belum sepenuhnya mencerminkan sisi permintaan dan penawaran normal.

Banyak distributor yang belum sepenuhnya membawa stok barang seperti biasanya, masih lebih sedikit dibandingkan dengan hari biasa.

"Menurut hemat saya, banyak petani yang menunda untuk melakukan panen saat liburan akhir pekan kemarin. Kita harapkan di pekan ini setelah perayaan HUT RI yang ke-72, petani sudah kembali ke ladang, dan jalur distribusi juga lancar setelah sebelumnya sempat dipadati oleh banyaknya wisatawan yang memadati jalan ke arah Brastagi," katanya, Jumat (25/8/2017).

Sementara itu, di sisi lain, harga daging ayam terpantau dijual di kisaran Rp 28 ribu per kilogram. Namun, harga daging ayam tersebut masih terbilang normal.

Beberapa komoditas pangan lain yang mengalami penurunan sejauh ini adalah minyak goreng curah, yang lebih murah Rp 500, per liternya. Saat ini harganya Rp 11.000 per liter. Sedangkan harga telur ayam sejauh ini juga masih terpantau normal di kisaran Rp 22.500 per kilogram.

"Pemerintah harus mewaspadai potensi kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha dalam waktu dekat ini. Meskipun sejauh ini masih dalam pergerakan harga yang wajar. Namun sebaiknya pemerintah tidak absen untuk melakukan pemantauan secara terus menerus, agar harga benar-benar terjaga hingga perayaan Idul Adha usai," pungkasnya.

Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved