Polisi Latih Pak Ogah Sopan, Anggota DPRD Pertanyakan Dasar Hukumnya

Inisiatif melatih pak ogah lantaran tak semua pak ogah dapat mengurai kemacetan dengan baik, bahkan mayoritas pak ogah malah menambah kemacetan.

Polisi Latih Pak Ogah Sopan, Anggota DPRD Pertanyakan Dasar Hukumnya
Tribun Medan/Hendrik Naipospos
Pak Ogah atau Polisi Cepek sedang membantu pengendara mobil menyeberang Jalan di Jalan Mongonsidi Medan, Senin (28/8/2017). 

MEDAN, TRIBUN-Pak ogah atau polisi cepek yang marak di persimpangan jalan akan dididik oleh polisi.

Tak hanya di Pulau Jawa, pak ogah yang juga marak di Medan, rencananya akan direkrut untuk dijadikan sukarelawan pengatur lalu lintas.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Indra Warman, mengaku telah merencanakan melatih para pak ogah.

"Sudah ada rencana, pak ogah yang mau dilatih silakan hubungi polsek terdekat," ucap Indra, Senin (28/8).

Namun, ia belum dapat memastikan kapan hal ini terealisasi. Indra menegaskan tak seluruh pak ogah akan dijadikan sukarelawan.

Pihaknya berinisiatif melatih pak ogah lantaran tak semua pak ogah dapat mengurai kemacetan dengan baik, bahkan mayoritas pak ogah malah menambah kemacetan.

"Hanya pak ogah yang punya sopan santun akan kami bina. Harus diakui, mayoritas pak ogah yang ada malah membuat lalu lintas semrawut," sambungnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat, mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Bila benar, pihaknya pun menyambut positif pelatihan pak ogah.

"Kami dukung, sangat positif pak ogah dijadikan sukarelawan. Saat ini banyak pak ogah malah menggangu lalu lintas. Kalau terlatih, tugas Dishub dan kepolisian semakin ringan," ucapnya.

Namun, rencana ini ditentang oleh anggota Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved