Berita Eksklusif

Ditemukan Puluhan 'Siswa Siluman' di SMAN 13, Wakil Kepala Sekolah Bilang Begini

Abyadi mempertanyakan data tersebut, karena disebut-sebut di SMAN 13 ada siswa yang diterima melalui jalur ilegal atau biasa disebut "siswa siluman".

Ditemukan Puluhan 'Siswa Siluman' di SMAN 13, Wakil Kepala Sekolah Bilang Begini
Tribun Medan/Royandi
Satu Kelas yang berisi Siswa Siluman di SMAN 2 Medan, Selasa (29/9/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Sumut Abyadi Siregar mempertanyakan data siswa SMA Negeri 13 Medan, yang diterima melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, dan berapa siswa yang diterima diluar jalur tersebut.

Abyadi mempertanyakan data tersebut, karena disebut-sebut di SMAN 13 ada siswa yang diterima melalui jalur ilegal atau biasa disebut "siswa siluman".

Wakil Kepala SMAN 13 Medan, Bidang Kurikulum, Yusnar mengatakan, siswa yang diterima sekolah tersebut berjumlah 360 orang yang ditempatkan di 10 ruangan. Namun, ia mengaku, tidak tahu-menahu dugaan ada "siswa siluman" di SMA N 13.

Baca: Ternyata Ada Ratusan Siswa Siluman di SMAN 2, Tapi Guru Tak Wajib Mengajar

Tidak puas dengan jawaban tersebut, Abyadi memaparkan data Dinas Pendidikan Provinisi Sumut, yang mereka dapat, siswa yang diterima melalui PPDB Online 2017 di SMAN 13 Medan hanya 288 siswa, dan 72 siswa adalah siswa siluman.

Yusnar berkelit tidak tahu-menahu soal data-data tersebut.

"Saya diperintahkan kepala sekolah untuk menerima siapapun dengan baik. Namun, saya sampaikan untuk memberikan klarifikasi soal itu, bukanlah kewenangan saya. Besok sajalah datang lagi, setelah kepala sekolah ada di sini," ujarnya, Selasa (28/8/2017).

Ombudsman kemudian mendatangai 10 kelas di SMA N 13 untuk mecari di mana ruang belajar "siswa siluman" tersebut. Namun, Ombudsman tak menemukan satupun siswa, yang mengaku masuk melalui jalur diluar PPDB Online.

Baca: Wali Kota Medan Ditetapkan Sebagai Tersangka Gratifikasi Podomoro? Ini Penjelasan KPK

Saat Ombudsman bertanya di mana ruangan para siswa yang masuk melalui jalur tidak resmi tersebut, Yusnar menolak memberitahu.

"Saya baru masuk ke sekolah ini. Saya masuk sudah ada 10 ruangan, saya tidak tahu-menahu soal itu," katanya.

Namun, beberapa siswa yang ditemui di SMA N 13 mengaku, ada penambahan siswa baru.

"Iya, pas baru masuk sikit siswa kelas 10, tapi sekarang jadi banyak," ujar R seorang siswa Kelas XI SMA N 13.

Senda dengan R, G siswa Kelas X IA 2 mengatakan, memang ada temannya yang masuk melalui jalur tidak resmi. Temananya tersebut, kata G, adalah anak-anak pengusaha dan anak orang yang kerja kantoran.

Baca: Ombudsman Minta Siswa Siluman Dikeluarkan dari Sekolah

"Ada memang. Di kelas X IA 2 ada. Satu kelasku ada. Mereka masuk belakangan. Mereka banyak. Di kelas lain juga ada. Mereka dicampur-campur. Kalau saya nggaklah. Saya masuk dari jalur akademik. Mana ada nyogok-nyogok aku," ujarnya.

Iapun mengaku sedih jika teman-temannya tersebut dikeluarkan dari SMAN 13.

Halaman
1234
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved