Baca Edisi Cetak Tribun Medan

SMAN 3 dan SMAN 4 Bebas Siswa Siluman, Kepsek SMAN 2 Mangkir

"Yang dipanggil SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 13. Yang tidak datang SMAN 2 Medan," ujar Saut.

SMAN 3 dan SMAN 4 Bebas Siswa Siluman, Kepsek SMAN 2 Mangkir
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Gubernur Sumut, T Erry Nuradi (kiri) meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 4 Medan, Sumatera Utara, Senin (10/4/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com-Inspektorat Sumut tidak hanya memangil SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan terkait dugaan adanya siswa siluman.

Sekolah-sekolah favorit lainnya di Kota Medan, seperti SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 juga dipanggil.

Kepala SMAN 3 Medan Elfi Sahara, Kepala SMA N 1 Medan Safrimi, dan Kepala SMAN 4 Ramly datang ke Inspektorat Sumut, Kamis (31/8) menjelang siang. Tapi, mereka hanya sebentar mengikuti pemeriksaan Inspektorat.

"Ada SMAN 1, SMAN 3 dan SMAN 4 yang dipanggil dalam pemeriksaan ini. Dalam pemeriksaan ini, pihak sekolah memberikan data-data siswa baru," ujar Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Sumut Saut Aritonang di Inspektorat Sumut, Kamis.

Baca: Kepala Sekolah Terpaksa Terima Siswa Siluman, Disdik Minta Agar Siswa Tidak Diajar

Saut menjelaskan, pada pemanggilan tersebut, SMAN 1 diminta menjelaskan perihal adanya siswa yang masuk menggunakan surat miskin, padahal siswa tersebut merupakan anak Kapolsek Galang, dan pengusaha event organizer.

Sedangkan SMAN 3 dan SMAN 4 dipanggil, karena ada laporan dua sekolah tersebut menerima siswa siluman atau masuk tidak melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.

Dua sekolah tersebut diminta membeberkan data-data siswa baru untuk mengklarifikasi laporan masyarakat, yang menyebut di sekolah itu ada siswa siluman.

"Kalau SMAN 3 dan SMAN 4 dipanggil karena ada laporan. Harus ditindaklanjuti. Nah, hasilnya tidak benar. Tidak ada siswa yang diterima di luar jalur PPDB Online di SMAN 3 dan SMAN 4. Kalau SMAN 1 dipanggil terkait siswa yang masuk pakai surat miskin, padahal tidak miskin," ujarnya.

Pada pemeriksaan di Inspektorat Sumut, Kepala SMAN 2 Medan Sutrisno tidak datang.

"Yang dipanggil SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, dan SMAN 13. Yang tidak datang SMAN 2 Medan," ujar Saut.

Hingga berakhirnya pemeriksaan Inspektorat, Kepala SMAN 2 Medan tidak memberi alasan kenapa tak hadir pada pemeriksaan itu.

"Tidak tahu kenapa nggak hadir kepseknya. Biarpun dekat kantor saya dengan SMAN 2 Medan, tetap saja kepseknya tidak hadir. Jadi, mau gimana lagi," ujar Kepala UPT Dinas Pendidikan Medan yang membawahi SMAN 2 Medan, Azhar Bintang. (ryd)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved