Breaking News

News Video

Kondisi Terkini Pengungsi Rohingya di Medan

Para pengungsi mendapat bantuan makanan tiga kali setiap harinya. Makanan tersebut terdiri dari nasi, daging ayam/daging sapi dan sayur-sayuran.

Tayang:
Editor: T. Agus Khaidir

MEDAN-TRIBUN.com,MEDAN - Etnis Rohingya yang melarikan diri dari negaranya sudah bertahun-tahun tinggal di penampungan pengungsi di Indonesia. Mereka ditempatkan di Penampungan Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan.

Salah satu tempat penampungan para pengungsi ini berada di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Hotel Braspati. Di penampungan ini terdapat 144 orang etnis Rohingya.

Para pengungsi ber Etnis Rohingnya ini adalah penganut agama islam, dan mereka memiliki musalla kecil yang terbuat dari tenda. Musalla ini mereka bangun bersama-sama dan selalu ramai saat waktu salat tiba.

Kehidupan pengungsi yang masih bujangan dan yang sudah berkeluarga, tempat tinggalnya dibedakan. Pengungsi yang sudah berkeluarga diberikan kamar tersendiri, sedangkan yang masih bujangan tinggal secara berkelompok.

Pakaian-pakaian yang dikenakan maupun pakaian yang tergantung di jemuran para pengungsi ini terlihat bagus. Saat salat di musalla, para pengungsi ini terlihat rapi.

Di Penampungan Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan menampung 319 orang, dengan rincian 144 orang di penampungan Hotel Braspati, di penampungan belawan ada 27 orang, di penampungan Hotel Pelangi ada 128 orang, dan di penampungan Hotel Top In ada 20 orang.

Para pengungsi ini mendapat bantuan sandang dan pangan dari PBB yang disalurkan melalui International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Para pengungsi mendapat bantuan makanan tiga kali setiap harinya. Makanan tersebut terdiri dari nasi, daging ayam/daging sapi dan sayur-sayuran yang dikemas dalam rantang-rantang. Selain mendapat bantuan makan, para pengungsi juga mendapat bantuan perlengkapan hidup sehari-hari seperti perlengkapan mandi.

Saat mereka sakit, pengungsi juga akan dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Adapun rumah sakit yang menjadi tujuan para pengungsi ini adalah rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Mitra Sejati dan Rumah Sakit Bunda Tamrin.

Muhmad Masun pengungsi yang sudah bertahu-tahun tinggal di Indonesia menceritakan bahwa dia sangat senang bisa tinggal di Indonesia, karena dia bisa hidup damai, tanpa harus dikejar- kejar tentara yang hendak membunuh mereka..

"Enak tinggal di Indonesia. Saya nyaman disini. Semua sama disini. Beda di negara kami, kami dikejar-kejar. Kalau dapat dibunuh. Dipotong-potong. Bersyukur orang Indonesia, bisa hidup damai dan aman-aman saja," ujarnya. (ryd/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved