Tak Bayar Tunggakan Air Rp 480 Juta, PDAM Akhirnya Putus Aliran Air Perusahaan Daerah

Kabag Humas PDAM Tirtauli, Iwan Lubis menyampaikan bahwa pihaknya terpaksa memutus 18 instalasi air di dua pasar, yakni Pasar Horas dan Pasar Dwikora.

Tak Bayar Tunggakan Air Rp 480 Juta, PDAM Akhirnya Putus Aliran Air Perusahaan Daerah
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Kantor PDAM Tirtauli di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat. (Tribun Medan/Royandi Hutasoit) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Jalur musyawarah menagih utang air yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli kepada Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) berujung pemutusan aliran air.

Dirut PD PHJ, Setia Siagian tak kunjung membayar tunggakan Rp 480 juta hingga batas waktu 31 Agustus yang diberikan pihak PDAM. Di mana tunggakan terhitung sejak April 2016.

Kabag Humas PDAM Tirtauli, Iwan Lubis menyampaikan bahwa pihaknya terpaksa memutus 18 instalasi air di dua pasar, yakni Pasar Horas dan Pasar Dwikora.

"Pemutusan itu dilakukan sejak kemarin, Senin (4/9/2017) kemarin. Ada 18 instalasi yang diputus dan keseluruhannya merupakan kamar mandi. 12 instalasi Pasar Horas diputus termasuk pos polisi yang lokasinya milik PD Pasar dan 6 instalasi lainnya di Parluasan," katanya, Selasa (5/9/2017).

Baca: Dirut PDAM Berulangkali Tagih Langsung Tunggakan Air ke Dirut PD PHJ

Terkait upaya yang dilakukan PDAM, Iwan Lubis mengatakan bahwa mereka telah berbicara dan mengirimkan surat berulang kali kepada PD PHJ.

Bahkan Direktur Utama PDAM, Badri Kalimantan dan Direktur Umum PDAM, Hotner Simanjuntak berulangkali menagih tunggakan secara langsung, namun itikat baik dari PD PHPJ tak kunjung dipenuhi.

"Sudah banyak upayabl yang dilakukan. Kita bahkan ketemu langsung dan ngobrol, sampai sudah kirim surat tetapi sampai tenggat waktu yang diberikan tidak ada juga. Akhirnya kita putus," jelasnya.

Baca: Ratusan Rumah Belum Dialiri Air Bersih, Begini Solusi dari PDAM Tirtanadi

Kabag Keuangan PDAM, Mulyadi dikonfirmasi mengaku sudah mendatangi pihak PHJ. Dimana pihak PHJ berjanji akan melakukan penyicilan terhadap tunggakan tersebut.

Jika tidak dilunasi juga, PDAM berencana menempuh jalur hukum

"Kita minta mereka berikan syarat pengakuan utang jika itu tidak diberikan kita tidak akan pasang, dan tadi juga mereka janji akan menyicil. Kta lihat nanti, jima tidak dibayar atau tidak diberikan surat pengakuan utang itu kita akan minta kejaksaan yang meminta," ungkap Mulyadi.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved