VIDEO: Durhaka, Seorang Anak Tega Tendang Ibu Kandungnya, Gak Diberi Uang Jajan

Agama mengajarkan anak tidak boleh berkata kasar terhadap orangtua, baik ayah apalagi sang bunda.

instagram
Anak durhaka tendang sang ibu karena tidak dikiasih duit. 

TRIBUN-MEDAN.com -- Agama mengajarkan anak  tidak boleh berkata kasar terhadap  orangtua, baik ayah apalagi sang bunda.

Jika anak sampai menghardik atau berkata kasar, maka dia akan mendapat dosa besar.

Tetapi, remaja yang satu ini tidak hanya berkata kasar atau menghardik orangtuanya, tetapi berani memeloti dan menantang sang bunda.

Bahkan yang lebih mengerikan lagi, dia tega menendang ibunya yang tengah duduk di lantai sedangkan dia berdiri di depannya.

Peristiwa anak durhaka yang menendang paha sang bunda itu divideokan oleh seseorang dan kemudian menjadi viral di media sosial (medsos).

Penelusuran Wartakotalive.com, akun instagram kabarutama mengunggah video tersebut sekitar 16 menit lalu.

Anak laki-laki yang berkaos hijau, memakai topi, dan bercelana pendek itu meminta uang jajan kepada ibunya.

Karena permintaanya yang sepele belum dituruti, maka si anak durhaka itu marah sehingga menendang ibunya yang tengah duduk.

Akun @kabarutama menulis status: Selamat Pagi All !!!

Kalau sampai cekcok sama ortu itu sebenarnya sudah kurang baik dan kalau kita main pukul atau sepak lagi.. bagus jangan guys..

Simak video berikut ini yang bikin sejumlah warganet (netizen) marah.

Idhafaridha118: Satu kata buat kamu #Durhaka.

Lenyvianney: Duh min kl anak saya begini, pst uda saya gebukin dulu. Kurang ajar anak gini. Sialan bgt py anak kyk gini

Mtopan202: Calon jadi ikan pari tuhhh durhaka anak bangsat

Anak Pukul Ibu Kandung Pakai Kayu

Sebelumnya diberitakan, air mata mengalir membasahi pipi Parsih ketika menceritakan kisah memilukan yang dialami dirinya.

Parsih terus mengusap air di mata dan pipinya menggunakan saputangan saat mengenang kejadian itu. 

Perempuan berusia 56 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Yang menyakitkan, pelakunya adalah anak kandungnya sendiri.

“Saya ikhlas dia dipenjara,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (6/6/2017).

Kedatangan Parsih ke pengadilan untuk menjadi saksi kasus penganiayaan yang dialaminya dengan terdakwa Asrof (31), anak kandungnya sendiri.

Bagi Parsih, perlakukan Asrof bagaikan air susu dibalas air tuba. 

“Saya memaafkan Asrof. Tapi saya tidak mau sama dia (Asrof) lagi. Biar dia pergi jauh dari saya. Saya sudah tidak tahan. Bisa mati saya,” kata janda beranak dua ini.

Kelakuan Asrof membuat Parsih tidak ingin bertemu lagi dengan anaknya itu.

Asrof kerapkali menyiksa ibu kandungnya itu. Pukulan demi pukulan Asrof layangkan ke tubuh renta Parsih.

Parsih tidak tahu penyebab Asrof menganiaya dirinya. Asrof selalu marah dan memukulnya setiap pulang dari tempat kerjanya.

“Anak saya itu kerjanya tukang parkir di Pasar Bawah. Setiap pulang kerja, dia pasti marah-marah. Pukul-pukul pintu, dinding. Jika tidak puas dia pukul saya. Saya tidak tahu kenapa dia seperti itu,” jelasnya.

Perilaku Asrof berubah sejak istrinya meninggal dunia.

Sebelum dan sesudah menikah, tutur Parsih, Asrof pribadi yang baik dan perhatian.

Asrof sering memberikan uang ke Parsih untuk keperluan hidup sehari-hari.

Sebagai buruh cuci, penghasilan Parsih untuk menghidupi diri dan anak perempuannya tidaklah cukup.

Beruntung, kata Parsih, Asrof membantu perekonomian setiap bulannya.

Ujian datang ketika polisi menangkap Asrof karena mengedarkan sabu-sabu.

Asrof dihukum penjara selama kurang lebih dua tahun delapan bulan.

Menghirup udara bebas, istri Asrof wafat. Sejak itu perangai Asrof berubah drastis.

Asrof sering marah-marah tanpa kejelasan.

Parsih dan adik perempuannya, Megawati, menjadi sasaran. Puncaknya terjadi pada Februari 2017 lalu. Pada saat itu, Parsih sedang beres-beres di rumah.

Tiba-tiba Asrof pulang dari kerjanya dan menyalahkan sang ibu.

Parsih tak tahu kenapa Asrof berbuat itu. Parsih menanyakan maksud perkataan anak dari suami pertamanya itu.

Sumber: Warta kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved