Breaking News:

OTT Bupati Batubara

Keluarga Bupati OK Arya Kumpul Masih di Rumdis, Satpol PP Jaga Ketat Gerbang Utama

"Benar ada kegiatan OTT di salah satu kab/kota (Kabupaten Batubara) di Sumatera Utara hari ini. Tim KPK mengamankan sekitar tujuh di sana"

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: akb lama
Tribun Medan / Dedy
Suasana rumah dinas Bupati Batubara pascaditangkap KPK 

Bupati Batubara Orang Kaya Arya Zulkarnaen terjaring dalam operasi tangkap tangan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinas bupati di Limapuluh, Rabu (13/10) pukul 14.30 WIB.

Orang Kaya disingkat OK merupakan gelar kehormatan dari Kerajaan Batubara, yang terletak di tepi Selat Malaka, Sumatera Utara. Orang Kaya (OK) disematkan kepada saudagar kerajaan.

OK Arya Zulkarnaen memiliki nama lengkap Haji Orang Kaya Arya Zulkarnaen. Ia lahir di Surakarta/Solo, Jawa Tengah, 24 Maret 1956.

OK Arya bupati Batubara yang menjabat pada periode 2008-2013 dan terpilih lagi untuk periode 2013-2018.

Ia Ketua DPD Golkar Batubara, namun maju dan terpilih dua kali sebagai bupati melalui jalur independen. Ia terpilih tahun 2008 - 2013 dan 2013 - 2018.

Saat Pilkada 2013, ia mengundurkan diri dari jabatan Golkar dengan alasan hendak konsisten kepada konstituen yang memilihnya tahun 2008 melalui jalur nonparpol alias perseorangan.

OK Arya bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat ditangkap saat menerima suap dari pengusaha di bidang kontruksi. Ia sempat tampak seperti linglung saat akan masuk mobil penyidik.

Pihak KPK membenarkan penangkapan Bupati OK Arya. Namun belum diperoleh penjelasan mendetail terkait penangkapan ini. Informasi yang diperoleh Harian Tribun Medan/Tribun- Medan.com, kasus ini diduga terkait suap-menyuap antara perusahaan swasta di bidang kontruksi terhadap Pemerintah Kabupaten Batubara.

Penyidik KPK menangkap OK Arya bersama enam orang lainnya. Mereka berjumlah tujuh orang, yakni Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Sujendi (sopir bupati), Maringan Situmorang (Direktur satu PT bidang kontruksi selaku rekanan yang diduga pemberi suap).

Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Batubara Helman Herdadi, Saiful (pengusaha, rekanan), beserta Hairil dan Adam Sopian. Dua nama terakhir belum diketahui latar belakangnya.

Penyidik KPK membawa OK Arya dan kawan-kawan menumpang pesawat terbang Batik Air nomor penerbangan ID 6893 pada pukul 21.40 WIB, bertolak ke Jakarta.

Pihak keluarga mengakui penangkapan KPK atas bupati, dan beberapa pejabat terkait dugaan pemberian uang suap urusan proyek konstruksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved