Breaking News:

Pembunuhan

Sadisnya Pembunuhan Pasutri Pengusaha Garmen, Warganet Sampai Memohon Hal Ini pada Kapolri

Warganet ramai-ramai mendoakan pasutri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54) yang tewas dibunuh dengan cara sadis.

TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Jalan Pengairan No 21 RT 011/06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Dusun Penisihan, RT 001/01 Desa Palumbungan, Bobotsari Purbalingga. (TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM) 

TRIBUN-MEDAN.com - Simak kisah memprihatinkan di balik pembunuhan pasutri pengusaha garmen, netizen ramai-ramai mendoakan juga meminta Kapolri dan Jaksa lakukan hal ini, Kamis (14/9/2017).

Warganet ramai-ramai mendoakan pasutri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54) yang tewas dibunuh dengan cara sadis.

Berdasar fakta-fakta yang ada di rumah korban dengan ditemukan banyak darah yang berceceran, menurut polisi pasutri ini dianiaya oleh tiga pelaku lalu dibuang di sungai.

Mayat keduanya ditemukan di Sungai Klawing, Dusun Penisihan, RT 001/01 Desa Palumbungan, Bobotsari Purbalingga dalam kondisi penuh luka dan tubuhnya dibungkus bed cover.

Tim Inafis Polres Purbalingga Melakukan otopsi kedua mayat suami istri di Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko Legal, RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017). Insert atas, lokasi penemuan mayat dan foto kedua korban semasa hidup.
Tim Inafis Polres Purbalingga Melakukan otopsi kedua mayat suami istri di Instalasi Kedokteran Forensik dan Mediko Legal, RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (11/9/2017). Insert atas, lokasi penemuan mayat dan foto kedua korban semasa hidup. (KOMPAS.COM/IQBAL FAHMI/TRIBUN JATENG/KOLASE TRIBUNWOW.COM)

Tak butuh waktu lama, polisi langsung mengendus dan dengan mudah melakukan penangkapan.

Melalui kolom komentar berita:

Banyak netizen yang ungkapkan kekesalannya.

Tak hanya kesal mereka juga menulis kata-kata umpatan, kata-kata kasar yang ditujukan pada tiga pelaku.

Tak sedikit pula yang mendoakan arwah korban juga meminta agar Kapolri dan Jaksa beri hukuman yang tertinggi yakni hukuman mati.

"Saya Mohon kepada petinggi bapak Kapolri, Jaksa supaya dihukum Mati aja orang Biadab ini pembunuh (emoticon sedih) Yg telah menghilangkan nyawa kedua orang tua yg tak berdosa ini (emoticon nangis) Buat apa mereka hidup, Toh juga akan mengotori penjara. Hukuman Mati lebih pantas buat mereka(dgn tidak mnggu lama2 di penjara) R.I.P buat di Ibu Bapak (emoticon nangis) Semoga Arwah nya sudah tenang DisisNYA Amiinn," tulis di akun Facebook dengan nama Sabrina Julia.

"Yaa!! Tangkap mereka dan bebaskan kembali mereka di kemudian hari!! Pantes aja makin byk pembunuh. Narkoba dihukum mati, pembunuh dipiara," ungkap kekesalan di akun Ca Queei.

"Bunuh aje pak pelakunya tak ada hati perut. Itu binatang bukan manusia," imbuh pemilik akun FB dengan nama Rossa Norman.

"kata-kata apa lgi ya ...yg pantas untk manusia macam ini ya ..... hukum mati aja tuh pak hakim ...." Komentar di akun Afni Yetti.

Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga. Polisi selidiki keterlibatan orang dekat korban.
Pasangan suami istri Husni Zarkasih (57) dan Zahiya Masrur (54), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ditemukan tewas dan mayatnya ditemukan di Sungai Klawing, Purbalingga. Polisi selidiki keterlibatan orang dekat korban. (TRIBUN JATENG/IST/KOLASE TRIBUNWOW.COM)

"Pembunuhan dan perampokan berencana, hukum mati aja!! Biadab!" Tulis Andinee Padkeemo.

Masih banyak ungkapan-ungkapan kemarahan dan desakan hukuman mati pada tiga pelaku.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved