Kedatangan Menteri Tjahjo Khusus Membahas Antisipasi Black Campaign dan Bahas Hal Ini
"Pak Jokowi kurang apa. Katanya dia China, PKI, tapi beliau diam saja. Tapi lama-lama orang kan punya batas kesabaran,"
Penulis: Tulus IT |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo mewanti-wanti seluruh elemen di Sumut agar menjauhi praktik black campaign berbentuk penyebaran ujaran kebencian jelang pesta demokrasi Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut serta Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Sumut 2018 mendatang.
"Apalagi yang berbau SARA. Yang membuat ujaran kebencian, buat fintnah, itu kita sikat," kata Menteri Tjahjo saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pemprov Sumut beserta kepala daerah se Sumut di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (15/9/2017).
Baca: Oknum Guru Ini Tampari Murid-muridnya Karena Tidak Hafal Ucapkan Ini, Begini Aksinya di Video
Tjahjo menambahkan, pemberantasan ujaran kebencian merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Joko Widodo.
Selain ujaran kebencian, Menteri Tjahjo juga mengingatkan agar pesta demokrasi nanti tidak teecoreng oleh berita hoax atau berita bohong.
"Pak Jokowi kurang apa. Katanya dia China, PKI, tapi beliau diam saja. Tapi lama-lama orang kan punya batas kesabaran," kata dia.
Pada 2018 mendatang, terdapat delapan daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah serentak di Sumut. Delapan daerah itu adalah Langkat, Deliserdang, Dairi, Batubara, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Padanglawas dan Padanglawas Utara.
Selain pemilihan kepala daerah, penduduk Sumut juga akan melalui Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada 2018 mendatang.
(nan/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/menteri-dalam-negeri-ri-tjahjo-kumolo-tribun_20170915_163233.jpg)