Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Polisi Bersenjata Kawal Penyidik KPK

Personel polisi Satuan Samapta Bhayangkara Polda Sumut melengkapi diri persenjataan api laras panjang saat mengawal 10 penyidik KPK.

Polisi Bersenjata Kawal Penyidik KPK
Tribun Medan/ Array Argus
Petugas Sabhara bersenjata lengkap menjaga ketat showroom Ada Jadi Mobil di Jl Gatot Subroto yang tengah digeledah KPK. Penggeledahan ini terkait OTT Bupati Batubara, OK Arya, Jumat (15/9/2017). (Tribun Medan/ Array Argus) 

MEDAN, TRIBUN-Personel polisi Satuan Samapta Bhayangkara Polda Sumut melengkapi diri persenjataan api laras panjang saat mengawal 10 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah dealer mobil Ada Jadi Mobil milik tersangka Sujendi Tarsono alias Ayen di Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (15/9) siang.

Polisi berseragam menenteng senjata serbu (SS), dan mengenakan rompi. 

Penyidik KPK mendatangi tempat usaha Sujendi yang terjerat sebagai menyimpan uang suap dari pengusaha bidang konstruksi untuk Bupati Barubara OK Arya Zulkarnain.

Pada kasus OTT ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah OK Arya, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady, Sujendi Tarsono alias Ayen, dua orang kontraktor bernama Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap senilai Rp 4,4 miliar kepada OK Arya pada proyek pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun 2017.

Sujendi Tarsono jarang mampir datang ke lokasi usahanya di Jalan Gatot Subroto. Ia lebih sering berada di ruang pamer lainnya, di Jalan Guru Patimpus.

"Bapak (Sujendi), jarang ke sini, paling sebulan sekali, dan kesehariannya menjalankan usaha seperti biasa. Kami kaget ada masalah itu, dan saya enggak pernah ketemu Bupati Batubara OK Arya itu. Bagaimana orangnya juga saya enggak tahu," ujar pegawai dealer Ada Jadi Mobil, Desi.

Berdasarkan pantauan Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, personel polisi mengenakan seragam baju dan celana , serta baret warna cokelat berjaga-jaga di luar ruang pamer. Mereka menenteng Senjata Serbu (SS).

Badan bagian atas, di depan yakni dada hingga perut, dan bagian belakang tubuh, punggung ke pinggang dibungkus rompi warna hitam.

Empat orang polisi itu tiba menumpang mobil double cabin bertulis Sabhara Polda Sumut. Mereka tiba bersamaan dengan kedatangan tiga mobil penyidik KPK. Adapun personel penyidik KPK berjumlah 10 orang, tiga perempuan, tujuh laki-laki.

Personel Sabhara melarang wartawan mengambil gambar dan video.

Baca selengkapnya di Harian Tribun Medan edisi Sabtu (16/9/2017). 

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved