Seorang Siswa Dipaksa Berduel oleh Seniornya hingga Tewas, Polisi Ambil Langkah Ini

Hilarius merupakan siswa kelas X SMA Budi Mulia yang tewas setelah dipaksa berduel satu lawan satu dengan siswa dari SMA Mardi Yuana, atau disebut den

Tayang:
KOMPAS.com/ Ramdhan Triyadi Bempah
Maria Agnes memegang foto anaknya Hilarius Christian Event Raharjo (15), siswa kelas X SMA Budi Mulya yang tewas setelah dipaksa berduel dalam ajang bom-boman. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BOGOR - Kepolisian Sektor Bogor Utara mendatangi kediaman almarhum Hilarius Christian Event Raharjo (15) di Jalan Cipaku, Gang Melati, RT 02 RW 08, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Hilarius merupakan siswa kelas X SMA Budi Mulia yang tewas setelah dipaksa berduel satu lawan satu dengan siswa dari SMA Mardi Yuana, atau disebut dengan istilah "bom-boman".

Kedatangan polisi ke sana untuk meminta informasi kepada pihak keluarga terkait kasus yang merenggut nyawa Hilarius.

Kepala Polsek Bogor Utara Komisaris Polisi Wawan Wahyudin mengatakan, kepolisian sebenarnya sudah mendapat laporan tentang kasus itu satu tahun yang lalu. Wawan menyebut, kasus itu terjadi pada Januari 2016. Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan dengan alasan pihak keluarga korban tidak ingin jenazah anaknya diotopsi.

Baca: Orang Tua Cerita Soal Duel ala Gladiator yang Tewaskan Anaknya

"Karena pihak korban menolak otopsi, akhirnya kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan," kata Wawan, Jumat (15/9/2017).

Namun, kasus ini kembali mencuat setelah ibu korban memposting tulisan mengenai peristiwa tersebut hingga menjadi viral di media sosial.

Setelah diberi penjelasan, lanjutnya, pihak keluarga korban akhirnya bersedia untuk otopsi terhadap jenazah anaknya.

"Tadi, orangtuanya sudah mau (diotopsi). Ya sudah. Dulu kan kendalanya itu," ucapnya.

Baca: ASTAGA! Truk Tronton Seruduk 8 Kendaraan, Diduga Ini Penyebabnya

Ia menyebut, polisi akan memanggil semua pihak yang mengetahui maupun yang menyaksikan kejadian itu untuk menjalani pemeriksaan.

"Belum ada tersangka, kita masih periksa saksi-saksi," pungkasnya.

Sebelumnya, orangtua korban, Maria Agnes mencurahkan hati melalui media sosial Facebook terkiat kematian putranya akibat dipaksa berduel ala gladiator di lapangan basket.

Putranya, Hilarius dijebak dan dipaksa berkelahi dengan siswa sekolah lain oleh kakak kelas dan alumninya. Hilarius meninggal akibat pembuluh darahnya pecah karena terus dihajar tanpa ampun.(*)

Berita Ini Sudah Tayang di Kompas.com dengan Judul Polisi Selidiki Kasus Kematian Siswa yang Dipaksa Berduel oleh Seniornya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved