OTT Bupati Batubara

Suap Bupati OK Arya, KPK Geledah 11 Tempat di Medan dan Batubara, Hasilnya

Empat lokasi di Kabupaten Batubara seperti Kantor Bupati, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, rumah dinas bupati dan rumah kurir," ujar Febri.

Suap Bupati OK Arya, KPK Geledah 11 Tempat di Medan dan Batubara, Hasilnya
Tribun Medan/ Array Argus
Petugas Sabhara bersenjata lengkap menjaga ketat showroom Ada Jadi Mobil di Jl Gatot Subroto yang tengah digeledah KPK. Penggeledahan ini terkait OTT Bupati Batubara, OK Arya, Jumat (15/9/2017). (Tribun Medan/ Array Argus) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan di sejumlah lokasi guna mengembangkan kasus suap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pada saat melakukan pengeledahan para penyidik mendapat bantuan dari Polda Sumut. Tim KPK bergerak cepat melakukan pengeledahan di sejumlah lokasi. 

"Sejak kemarin dilakukan penggeledahan di Kabupaten Batubara dan Kota Medan. Empat lokasi di Kabupaten Batubara seperti Kantor Bupati, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, rumah dinas bupati dan rumah kurir," ujarnya lewat aplikasi whastApp, Sabtu (16/9/2017). 

Selain itu, katanya, penyidik juga melakukan pengeledahan di tujuh lokasi di Kota Medan seperti showroom mobil dan rumah Sujendi. Kemudian, rumah serta kantor dinas tersangka pemberi suap. 

Baca: Begini Keseharian Sujendi Bos Showroom Penampung Uang Suap Bupati OK Arya

Ia menambahkan, penyidik melakukan pengeledahan pada Jumat (15/9/2017) pagi hingga Sabtu (16/9/2017) pukul 01.00 dini hari. Adapun temuan yang diperoleh voucher transaksi keuangan para tersangka. 

"Uang Rp 50 juta dari rumah kurir dan mobil Toyota Avanza dari rumah kurir. Mobil ini diduga sebagai wujud pemanfaatan suap terhadap Bupati Batubara. Saat ini dititipkan sementara di Polda Sumut," katanya. 

Dia menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama Polda Sumut dalam kegiatan ini. Sebagai bentuk saling mendukung dalam pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi. 

"Hari ini tim melakukan tindakan lebih lanjut terkait hasil penyitaan tersebut dan akan mempelajari untuk mendukung proses penyidikan," ungkapnya. 

Pada kasus OTT ini,  KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah OK Arya, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady, Sujendi Tarsono alias Ayen, pemilik showroom mobill, dua orang kontraktor bernama Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. 

(tio/tribun-medan.com).

Penulis: jefrisusetio
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved