REI Berharap Penurunan Suku Bunga BI Diikuti Bank Lain, Ini Tujuannya

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut, Andi Atmoko mengatakan pihaknya sangat berharap dengan penurunan suku bunga dari Bank Indonesia diikuti secep

REI Berharap Penurunan Suku Bunga BI Diikuti Bank Lain, Ini Tujuannya
Dokumentasi PT Charson Timorland Estate
Perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Gemstone Regency, yang dikembangkan oleh PT Charson Timorland Estate. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumut, Andi Atmoko mengatakan pihaknya sangat berharap dengan penurunan suku bunga dari Bank Indonesia diikuti secepatnya oleh bank-bank yang lain.

"Jauh sebelum Bank Indonesia menurunkan suku bunga, kita sudah berharap agar suku bunga KPR itu diturunkan. Tapi dengan adanya penurunan suku bunga, kami berharap masyarakat semakin tertarik untuk membeli properti," katanya, Selasa (26/9/2017).

Ia mengatakan struktur bunga KPR baik komersil maupun subsidi seharusnya turun di bawah 10 persen atau sekitar 8 persen.

Baca: REI Sumut Garda Terdepan Program 1 Juta Rumah

"Karena saat ini suku bungan KPR 12 persen setahun. Semoga dengan suku bunga turun, pihak bank bisa menurunkan suku bunga KPR juga,"ujarnya.

Tapi, kata Andi Atmoko, biasanya meski suku bunga turun, untuk bunga KPR paling suku bunganya jatuh kalau tidak satu persen atau dua persen.

"Tidak pernah suku bunga KPR itu turun diatas 3 persen. Paling sering berapapun suku bunga diturunkan BI, suku bunga KPR selalu satu persen turunnya," katanya.

Baca: November, REI Sumut Kembali Gelar REI Expo

Ditanya mengenai rata-rata masyarakat sanggup membeli properti dengan kisaran harga berapa, orang nomor satu di REI Sumut ini mengaku rumah yang paling sering dibeli dengan kisaran harga 200-300 juta.

"Di atas itu, masyarakat sudah susah membelinya. Karena untuk pembelian rumah dengan harga di atas Rp 300 Juta masih sangat lemah,"ujarnya.

Tapi katanya, dengan turunnya suku bunga dari BI ini, nasabah yang tenornya di bawah 10 tahun akan merasa diuntungkan. 

"Tapi kalau tenor mereka 15 sampai ke 20 tahun, itu tidak terasa. Karena perbedaan cicilan mereka per bulan sangat kecil. Kecuali mereka membeli rumah dengan tenor 5 tahun, di situ akan terasa cicilan bulanan mereka turun drastis," katanya.(*)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved