Ratusan Ekor Ikan Mati Secara Misterius, Penambak Ikan Ungkapkan Hal Ini

Hal yang tidak jauh berbeda juga diucapkan oleh Wiyono (40) peternak lainnya. Ia menjelaskan kalau ikan-ikan warga yang bermatian sudah berusia 2 bula

Tribun Medan/Indra
Wartawan memantau ikan nila warga yang ada di keramba dan berada di sungai kenang yang airnya sudah berubah warna menjadi hitam Rabu, (27/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Pertenak ikan asal Desa Sukamandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang mengaku mengeluarkan uang untuk membeli bibit ikan nila persatu ekor dengan harga Rp 1200. Saat ini warga mengaku sudah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

"Setiap keramba isi ikannya itu mulai dari 1.500 hingga 1.600 ekor. Itulah harganya Rp 1.200 perekor. Yang bermatian punyaku saja sudah ratusan ekor. Wargapun juga ratusan ekor yang udah bermatian. Baru mau mulai usaha ini aku, punyaku cuma satu keramba,"ujar Ita (27) salah satu peternak dengan sedih.

Baca: ANEH! Air Sungai Kenang Berubah Warna, Ini yang Terjadi pada Ribuan Ikan

Hal yang tidak jauh berbeda juga diucapkan oleh Wiyono (40) peternak lainnya. Ia menjelaskan kalau ikan-ikan warga yang bermatian sudah berusia 2 bulan.

"Rencananya bulan 11 ini sudah bisa dipanenlah ikan warga. Cuma sejak tadi malam ikan kami yang ada di keramba sudah bermatian," kata Wiyono.

Warga menduga matinya ikan-ikan nila yang mereka ternak karena ada hubungannya dengan berubahnya air sungai kenang tempat di mana selama ini mereka menempatkan keramba mereka.

Terlihat kalau air sungai kenang ini sudah tidak lagi jernih.

Pantauan Tribun-Medan.com air sungai sudah tampak bewarna hitam. Selain itu juga air juga terlihat sangat bau. Kuat dugaan kalau air sungai ini sudah tercemar.(*)

Penulis: Indra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved