Tiga Kampus Terancam Ditutup, Segera Umumkan Daftar Kampus Bodong

Kopertis jangan diam saja. Banyak calon mahasiswa yang masih mendaftar ke kampus bodong setiap tahunnya.

Tiga Kampus Terancam Ditutup, Segera Umumkan Daftar Kampus Bodong
Tribun Medan / Jefri
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Utara Abyadi Siregar 

Abyadi Siregar
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumut

TRIBUN-MEDAN.com-Permasalahan kampus-kampus bodong di Sumatera Utara adalah hal yang sering kita dengar setiap adanya penerimaan mahasiwa baru. Ini terus berlanjut hingga sekarang.

Tapi masalahnya tidak selesai-selesai. Banyak calon mahasiswa yang masih mendaftar ke kampus bodong setiap tahunnya.

Kenapa calon mahasiswa masih saja mendaftar ke kampus bodong? Itu semua karena calon mahasiwa itu tidak tahu kampus tersebut bodong atau tidak. Kalau tahu tentu si calon mahasiswa tidak akan mendaftar ke kampus itu, dan kampus itu dengan sendirinya tidak laku.

Nah di sini kan sudah kita ketahui kalau masalahnya adalah ketidaktahuan si calon mahasiswa. Untuk itu Kopertis Wilayah I Medan, Sumut yang mengurusi dan mengatur perguruan tinggi swasta di Sumut ambil sikaplah soal ini.

Jangan diam saja kalau musim penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta. Umumkan kampus-kampus mana saja yang bodong. Supaya calon mahasiswa tidak mendaftar. Jangan sudah banyak mendaftar dan saat wisuda mereka mendapat ijazah bodong, kan kasihan.

Kalau Kopertis merasa berat membuat pengumuman mana kampus yang bodong dan mana kampus yang tidak bodong di surat kabar, kan bisa disiasati dengan membuat pengumuman di website Kopertis. Websitenya kan sudah ada, kan tinggal memasukkan informasinya.

Cukup heran juga kita dengan Kopertis Wilayah I Medan Sumut ini, kenapa tidak? karena selama ini mereka terkesan acuh tidak acuh, dan terkesan seperti melindungi kampus bodong yang ada. Misalnya, STIKes Sumut yang sudah jelas ada saknsinya masih dibiarkan menerima mahasiwa baru.

Berapa banyak yang diselamatkan Kopertis jika mereka sedari awal langsung sigap melakukan pengawasan ke kampus yang mendapat sanksi ini. Jangan terkesan melindungi. Kalau Kopertis masih begini saja kerjaanya, bisa curiga orang-orang kepada Kopertis. Di jaman serba terbuka ini Kopertis berubahlah.

Selain memberikan informasi, Kopertis pun harus tegas dan cekatan membersihkan adanya kampus-kampus bodong. Kopertis saya kira bisa meminta bantuan Kepolisian jika mereka merasa terancam saat menertibkan kampus-kampus bodong.

Satu lagi, soal pendirian kampus baru juga saya kira harus menjadi perhatian Kopertis. Hanya bermodal ruko saya lihat ada yang bisa mendirikan Perguruan Tinggi Swasta. Ini mendirikan kampus, bukan untuk rumah tinggal, kok gampang kali.

Para calon mahasiwa juga saya kira harus lebih teliti dalam memilih kampus, jangan hanya karena biaya dan kuliahnya fleksibel, langsung masuk. Diteliti lah status kampusnya gimana, supaya tidak menyesal di kemudian hari. (ryd)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved