Liga 2

Lawan Persibat Batang Ricuh Usai Laga, Begini Komentar Tim PSMS

"Kami harusnya bisa bermain imbang. Tapi keputusan wasit kasih penalti menit-menit akhir buat semangat kami pudar"

Lawan Persibat Batang Ricuh Usai Laga, Begini Komentar Tim PSMS
Youtube
Suasana Ricuh usai PSMS Medan kalah 1-0 dari Persibat Batang di markas Persibat, Jumat (29/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan harus pulang dengan tangan hampa kala bersua Persibat Batang dalam lanjutan babak 16 besar Liga 2 di markas Persibat Stadion Sarengat, Jumat (29/9/2017). Mereka hanya kalah tipis 0-1 lewat gol semata wayang Supriyono dari titik putih.

Sejatinya tim Ayam Kinantan mampu mengimbangi permainan. Mereka juga mampu memberikan peluang yang berbahaya. Tapi wasit yang mempimpin pertandingan lebih memihak kepada tim tuan rumah. Usai pertandingan, pemain pun langsung melayangkan protes kepada wasit.

Baca: Penalti Persibat Batang Buyarkan Impian Ayam Kinantan, PSMS: Kami Dicurangi Wasit

Baca: Putranya Ingin Jadi Dokter, Inul Malah Jadi Bingung, Kok Bisa?

Pemain berusaha melakukan protes, tapi wasit malah kabur. Beberapa pemain pun meluapkan emosinya dengan mendorong wasit. Bahkan aparat keamanan yang berusaha melindungi wasit, justru menjadi korban emosi pemain PSMS. Mereka mendorong aparat keamanan hingga berakhir ricuh.

Baca: Peringati G30S/PKI, Wali Kota Imbau Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang

"Kericuhan akibat kepemimpinan wasit yang terlalu mihak ke tuan rumah. Setelah pluit akhir ditiup anak-anak mencoba menanyakan kepada wasit, tapu wasit lari dan anak-anak mengejar wasit dan dihalangi oleh polisi. Nah disitulah anak-anak merasa emosinya tak tersalurkan, jadi duel dengan polisi," kata Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra usai pertandingan saat dihubungi, Jumat (29/9/2017).

Winger PSMS, Choiril Hidayat mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Laga yang seharusnya bisa mereka imbangi dan curi poin dari markas Persibat harus dibayar dengan tendangan penalti.

"Kami harusnya bisa bermain imbang. Tapi keputusan wasit kasih penalti menit-menit akhir buat semangat kami pudar. Wasit malah memihak kepada tuan rumah. Makanya kami protes dan sempat terjadi kericuhan," pungkasnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved