Karyawan PDAM Tirtauli Demonstrasi di Depan Kantor, Badri Kalimantan Kesal dan Bilang Begini

Puluhan pegawai melakukan demontrasi kepada Direktur Utama PDAM Tirtauli, Badri Kalimantan, Senin, (2/10/2017).

Karyawan PDAM Tirtauli Demonstrasi di Depan Kantor, Badri Kalimantan Kesal dan Bilang Begini
Tribun Medan/Dedy
Dirut PDAM Tirtauli Pematangsiantar, Badri Kalimantan ajak puluhan pegawai PDAM rapat usai dirinya didemo terkait premi pegawai Senin (2/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Permasalah internal PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar akhirnya terbuka ke publik.

Puluhan pegawai melakukan demontrasi kepada Direktur Utama PDAM Tirtauli, Badri Kalimantan, Senin, (2/10/2017).

Demo ini disinyalir terkait menunggaknya pembayaran premi pegawai yang berkisar Rp 2,8 miliar. Para pegawai melakukan aksi di halaman gedung PDAM.

Demo yang dikomandoi Farel Tampubolon meminta pihak perusahaan terbuka dan segera memberikan hak mereka.

Baca: PDAM Tirtauli Gelar Outbond untuk 400 Karyawan, Biayanya Rp 260 Juta

Demo ini sempat mendapat intervensi dari Direktur Utama, Badri Kalimantan dengan memerintahkan secara paksa satpam PDAM Tirtauli untuk mengambil Toa (pengeras suara) yang dipegang Farel. Sempat terjadi sedikit cekcok.

Badri Kalimantan lantas berkoar, memberi opsi kepada puluhan pegawai yang sudah berkumpul di halaman kantor, untuk melakukan rapat membahas persoalan tersebut di ruang rapat yang berada di lantai atas.

Dari dalam ruangan, terdengar Badri marah kepada wartawan yang sedang menunggu di luar ruangan untuk melakukan peliputan. Namun, kemarahan Badri tidak ditujukan langsung kepada wartawan tetapi kepada puluhan pegawai yang tadinya akan melakukan aksi demo.

Baca: Tarif Air PDAM Tirtauli Akan Naik Lagi Meski Pelayanan Belum Maksimal

"Kalau ada wartawan silahkan keluar, kalau pun ada pegawai yang merangkap wartawan tak usah disampaikan kepada publik," ucap Badri.

Badri dalam pertemuan itu, meminta kepada pegawai untuk membicarakan secara baik-baik mengenai persoalan yang mengemuka belakangan ini secara internal. Dia diduga kesal lantaran permasalah internal PDAM sering sampai ke rekan media.

Lebih jauh, Badri Kalimantan menyatakan bahwa dana asuransi itu tidak perlu dikhawatirkan oleh pegawai.

"Memang AJB Bumi Putera 1912 memberi jaminan, cuma kita butuh kejelasan. Kita tahunya , bahwa AJB Bumi Putera 1912 berada dalam pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ucapnya

"Direksi menjamin tidak akan mengurangi hak pegawai bila suatu saat asuransi benar-benar akan pindah. Ini masih dibahas bersama wali kota, Dewan Pengawas PDAM Tirtauli dan Direksi. Yang penting, asuransi belum pindah masih di tempat lama. Namun kita butuh jaminan ke depannya," ujar Badri.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved