BEJAT! Begini Rayuan Abang Ipar, Entah Bagaimana, Siswa SMK Ini Rela Digituin Sampai 3 Kali

Mengenakan baju olahraga sekolah, RP bersama orangtuanya dan kakaknya membuat pengaduan ke Polres Dairi.

BEJAT! Begini Rayuan Abang Ipar, Entah Bagaimana, Siswa SMK Ini Rela Digituin Sampai 3 Kali
ist
Ilustrasi pencabulan anak sekolah 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Siswi kelas X SMK berinisial RP (16) menjadi korban pencabulan, yang diduga dilakukan oleh abang iparnya, Ganda Silaban, yang tak lain adalah suami dari kakak korban. 

Mengenakan baju olahraga sekolah, RP melaporkan perbuatan bejat si kakak ipar ke Polres Dairi, ditemani orangtua dan kakak korban.

RP yang tampak berkulit putih dengan rambut lebih sebahu ini tampak hanya diam. Selanjutnya, ia dimintai keterangan oleh petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Dairi.

Baca: Innalillahi! Kabar Duka Datang dari Pelawak Senior Malih Tong Tong

Baca: Kronologi Jarum Pentul Tertelan Saat Betulkan Jilbab Hingga Sangkut di Saluran Pernafasan

Baca: Cewek Lupa Lepas Celana Dalam Bergetar saat Belanja, Lihat Reaksinya Bertemu Orang

Kasubag Humas Polres Dairi, Iptu Hardi Sianipar mengungkapkan RP telah dicabuli sebanyak tiga kali. RP sendiri, menumpang di rumah Ganda, untuk menjalani masa sekolah di Sidikalang kota. Diungkapkan, korban terbuai rayuan dan dipaksa pelaku.

Kejadian pertama, 4 September 2017 di rumah pelaku,  saat itu kakak korban tidak berada di rumah. Ganda Silaban datang menghampiri korban dengan mengatakan, dirinnya mencintai RP. Pelaku pun mengajak RP untuk masuk ke dalam kamar.

"Dia hanya diam, lalu abang iparnya terus mendesak dan membawanya ke kamar. Di kamarlah terjadi pencabulan,"ujar Iptu Hardi, Kamis (04/10/2017).

Baca: Guru Spiritual Ini, Katanya Pintar Mengobati, Tapi Ajarkan Hubungan Intim, LIAR!

Kejadian kedua terjadi juga di rumah pelaku. Saat itu, tiga anak pelaku disuruh untuk pergi keluar bermain. Kejadian ketiga terjadi di Pangururan, Ganda mengajak korban untuk pergi jalan-jalan ke Pangururan.

"Saat pulang dari sana, baru ketahuan oleh kakak ke duanya. Keluarga curiga, akhirnya ketahuan dan membuat pengaduan,"ungkapnya.

Diketahui, Ganda Silaban yang bekerja sebagai supir truk, pernah mendekam di penjara karena kasus penganiayaan. Pihak Polres Dairi telah menahan Ganda.(tmy/tribun-medan.com) 

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved