Polisi Datangi Rumah Tersangka yang Ditembak, Sosialisasi Bahaya Narkoba Itu Begini

Polisi juga menyambangi keluarga tersangka narkoba yang pernah ditembak petugas Polda Sumut.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan/Array A Argus
Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu saat melakukan sosialisasi bahaya narkoba di Desa Sukarende. Mantan Wakapolsek Medan Barat itu mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan bujuk rayu bandar narkoba, Jumat (6/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/
Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN
Peredaran narkoba akhir-akhir ini tak hanya meluas di kawasan perkotaan saja. Di desa-desa pun, para bandar sudah mulai meracuni pemuda desa yang tadinya bekerja sebagai petani hasil bumi.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba semakin luas di wilayah pedesaan, Polsek Kutalimbaru dipimpin Kapolsek AKP Martualesi Sitepu giat melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh masyarakat pedesaan.

Baca: BEJAT! Begini Rayuan Abang Ipar, Entah Bagaimana, Siswa SMK Ini Rela Digituin Sampai 3 Kali

Baca: Istri Pelawak Senior Meninggal Dunia, Allahuakbar Jarang Minta Duit tapi Peninggalannya Fantastis

Baca: PSMS Vs PSIS Semarang Besok: Harus Siap Duel Udara, Djadjang Nurjaman Juga Soroti Hal Ini

Tak hanya menemui tokoh masyarakat, Martualesi juga menyambangi keluarga tersangka narkoba yang pernah ditembak petugas Polda Sumut.

"Saya bersama teman-teman di polsek menemui keluarga tersangka Abdi Pranata Ardo Surbakti di Desa Sukarende, Kutalimbaru. Kebetulan, pada pertengahan September kemarin Abdi tertangkap tangan membawa 500 gram sabu," kata Martualesi, Jumat (6/10/2017).

Ia mengatakan, ketika menyambangi rumah tersangka, warga yang tinggal di Desa Sukarende ikut dikumpulkan. Mantan Wakapolsek Medan Barat itu memberi arahan dan bimbingan agar warga pedesaan sama-sama mengerti tentang bahaya dampak narkoba.

"Jika polisi tidak aktif merangkul masyarakat, peredaran narkoba sangat sulit diberantas. Ketika kami dekat dengan masyarakat, tentu informasi mengenai masalah narkoba ini lebih cepat kami terima dan diproses," katanya.

Baca: Kok Ya Tega, Istri Hamil Muda Malah Ditebas hingga Tewas, Ini Fakta-fakta Si Suami Kejam

Dalam pertemuan itu, mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota itu mengingatkan agar tidak adalagi warga yang ditembak polisi. Jika kasus serupa terulang kembali, tentu yang dirugikan adalah masyarakat pedesaan sendiri.

"Saya ajak mereka untuk berkegiatan positif. Dengan begitu, masyarakat tidak akan mudah dipengaruhi oleh bandar-bandar narkoba," ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua itu.(ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved