Polisi Datangi Rumah Tersangka yang Ditembak, Sosialisasi Bahaya Narkoba Itu Begini
Polisi juga menyambangi keluarga tersangka narkoba yang pernah ditembak petugas Polda Sumut.
Laporan Wartawan Tribun Medan/
Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN
Peredaran narkoba akhir-akhir ini tak hanya meluas di kawasan perkotaan saja. Di desa-desa pun, para bandar sudah mulai meracuni pemuda desa yang tadinya bekerja sebagai petani hasil bumi.
Untuk mengantisipasi peredaran narkoba semakin luas di wilayah pedesaan, Polsek Kutalimbaru dipimpin Kapolsek AKP Martualesi Sitepu giat melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh masyarakat pedesaan.
Baca: BEJAT! Begini Rayuan Abang Ipar, Entah Bagaimana, Siswa SMK Ini Rela Digituin Sampai 3 Kali
Baca: Istri Pelawak Senior Meninggal Dunia, Allahuakbar Jarang Minta Duit tapi Peninggalannya Fantastis
Baca: PSMS Vs PSIS Semarang Besok: Harus Siap Duel Udara, Djadjang Nurjaman Juga Soroti Hal Ini
Tak hanya menemui tokoh masyarakat, Martualesi juga menyambangi keluarga tersangka narkoba yang pernah ditembak petugas Polda Sumut.
"Saya bersama teman-teman di polsek menemui keluarga tersangka Abdi Pranata Ardo Surbakti di Desa Sukarende, Kutalimbaru. Kebetulan, pada pertengahan September kemarin Abdi tertangkap tangan membawa 500 gram sabu," kata Martualesi, Jumat (6/10/2017).
Ia mengatakan, ketika menyambangi rumah tersangka, warga yang tinggal di Desa Sukarende ikut dikumpulkan. Mantan Wakapolsek Medan Barat itu memberi arahan dan bimbingan agar warga pedesaan sama-sama mengerti tentang bahaya dampak narkoba.
"Jika polisi tidak aktif merangkul masyarakat, peredaran narkoba sangat sulit diberantas. Ketika kami dekat dengan masyarakat, tentu informasi mengenai masalah narkoba ini lebih cepat kami terima dan diproses," katanya.
Baca: Kok Ya Tega, Istri Hamil Muda Malah Ditebas hingga Tewas, Ini Fakta-fakta Si Suami Kejam
Dalam pertemuan itu, mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota itu mengingatkan agar tidak adalagi warga yang ditembak polisi. Jika kasus serupa terulang kembali, tentu yang dirugikan adalah masyarakat pedesaan sendiri.
"Saya ajak mereka untuk berkegiatan positif. Dengan begitu, masyarakat tidak akan mudah dipengaruhi oleh bandar-bandar narkoba," ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua itu.(ray/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sosialisasi-narkoba_20171006_122254.jpg)