Edisi Cetak Tribun Medan

Persita vs PSMS, Tak Sia-sia Turunkan Gusti Sandria

Gusti Sandria menghadapi bola bersama I Made Adi Wirahadi. Gusti yang menjadi aksekutor melepaskan tendangan melengkung

Persita vs PSMS, Tak Sia-sia Turunkan Gusti Sandria
Tribun Medan / Ilham
Bek Kiri PSMS, Gusti Sandria 

Dominasi PSMS tercermin dari mayoritas penguasaan bola, jumlah peluang, dan tembakan ke gawang.

Di babak pertama saja, tidak kurang empat peluang bersih urung berbuah gol. Termasuk tendangan setengah voli Wirahadi yang melambung tinggi meski jarak tembaknya hanya kurang lebih lima sampai enam meter di depan gawang.

Tusukan-tusukan dari kedua gelandang sayap PSMS, Frets Butuan dan Eliazer Thoncy 'Elthon' Maran sangat merepotkan lini belakang Persita. Bek tengah Persita, Ledi Utomo, berkali-kali harus berjibaku mengadang keduanya dan membuatnya diganjar kartu kuning.

Baca: Suporter Sempat Tak Yakin PSMS Lolos 8 Besar

"Saya harus berterima kasih banyak kepada pemain yang bekerja keras dan bermain disiplin. Semangat, kengototan, benar-benar kelihatan. Fighting spirit mereka terjaga selama 90 menit tanpa kendur sedikit pun.

Kegagalan menuntaskan peluang tidak membuat mereka frustasi dan kemudian melakukan kesalahan-kesalahan yang tak perlu. Saya betul-betul senang," kata Pelatih PSMS, Djajang Nurdjaman (Djanur), pada Tribun lewat sambungan telepon selular dari Medan.

Djanur juga memuji ketenangan yang ditunjukkan pemain-pemain lini belakang dalam menahan gempuran Persita. Terutama setelah PSMS unggul.

Sedikit demi sedikit, Persita melepaskan diri dari tekanan dan balik mengurung pertahanan PSMS. Menghadapi perubahan ini, kata Djanur, mereka tetap dingin dan tidak panik. Tiap-tiap adangan dan sapuan tetap terukur.

Pun begitu, Djanur mencatat sejumlah kelemahan yang harus secepatnya diperbaiki. Sebab lawan-lawan yang bakal dihadapi di babak 8 Besar, secara kualitas, lebih baik dibanding kompetitor 16 Besar.

Satu di antaranya adalah masih kerapnya pemain-pemain lini serang kehilangan timing. Semestinya melepas tendangan atau mengirimkan umpan namun malah melakukan drible. Sebaliknya, bola drible justru di-shooting.

"Terus terang saya belum banyak berbuat di sini. Saya, sekali lagi, masuk di tengah jalan. Ibaratnya saat pertempuran sedang berlangsung. Walau demikian, setidaknya sudah ada beberapa progres. Tentu tak cukup mengingat lawan-lawan di babak 8 Besar adalah klub yang rata-rata sudah siap untuk berlaga di Liga 1," katanya.(lam)

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved