Mantan Napi Ini Enggak Kapok-kapok Edarkan Uang Palsu

Unit Reskrim Polsek Delitua mengamankan dua pengedar uang palsu senilai Rp 6,5 juta, Minggu (15/10/2017).

Mantan Napi Ini Enggak Kapok-kapok Edarkan Uang Palsu
Ahmat Anto (53) warga Jalan Jermal III dan Rahmat Efendi Sembiring (40) warga Desa Batu Mbelin, Kecamatan Namorambe, dua pelaku peredaran uang palsu Rp 6,5 juta saat ditangkap Polsek Delitua, Minggu (15/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Unit Reskrim Polsek Delitua mengamankan dua pengedar uang palsu senilai Rp 6,5 juta, Minggu (15/10/2017).

Keduanya yakni, Ahmat Anto (53) warga Jalan Jermal III dan Rahmat Efendi Sembiring (40) warga Desa Batu Mbelin, Kecamatan Namorambe.

Baca: Berkas Dinyatakan Lengkap, tapi Ketua DPC Partai PPP Siantar Ini Mengaku Pusing

Baca: Duh, Balita Alami Luka Bakar Akibat Mengulum Charger ke Mulutnya, Moms Harus Hati-hati

Dari hasil pengungkapan, pelaku Ahmat Anto ternyata pernah dihukum oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan selama empat tahun, terbukti edarkan uang palsu pada 2010 silam.

"Pelaku Ahmat Anto ini pemain lama, gak kapok juga meski sudah dihukum di pengadilan selama empat tahun," kata Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna.

Ahmat dan Rahmat ditangkap unit Reskrim Polsek Delitua pada Rabu (11/10/2017). Saat itu pelaku Rahmat hendak membeli bakso di Jalan AH Nasution, Kelurahan Kwalabekala. Dari tangannya, polisi menemukan uang palsu senilai Rp 4 juta.

Ketika diinterogasi polisi, Rahmat mengaku tidak sendirian saat beraksi pada waktu yang bersamaan. Ia menyebut pelaku Ahmat juga sedang beraksi mengedarkan uang palsu di sebuah mini market di Jalan Jamin Ginting.

Baca: ASTAGA! Mobil Dinas DPRD Disewakan, lalu Kecelakaan, Wali Kota Termuda Ini Pecat Kepling

"Ahmat berhasil kita tangkap sebelum menggunakan uang palsunya. Dari tangan pelaku, kita menemukan uang palsu Rp 2,5 juta. Jadi total uang palsu dari keduanya Rp 6,5 juta," ucap Wira.

Adapun rincian uang palsu yang disita dari kedua pelaku yakni, 14 lembar pecahan Rp 100.000, 102 lembar pecahan Rp 50.000, dua lembar Rp 20.000 dan 16 lembar pecahan Rp 10.000.

"Kedua pelaku dipersangkakan menyimpan, mengedarkan uang palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 Ayat 2 dan Ayat 3 UU RI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara denda Rp 50 miliar," tukas Wira.(ase/tribun-medan.com)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved