News Video
BIKIN Malu! Begini Penampilan Para Pejabat Diknas Langkat yang Diciduk Tim Saber Pungli
Delapan di antaranya adalah kepala sekolah, bendahara dinas pendidikan, dan guru. Ke- 11 orang yang terjaring OTT
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Syalam Syahputera terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Sumut di SMP Negeri 4 bersama sepuluh pegawai negeri lainnya, Selasa (17/10/2017)
Delapan di antaranya adalah kepala sekolah, bendahara dinas pendidikan, dan guru. Ke- 11 orang yang terjaring OTT ini dibawa ke Mapolda Sumut mengendarai dua unit minibus, dimana satu mobil tersebut milik Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Saat digiring menuju ruangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut ke sebelas orang yang terjaring OTT ini masih mengenakan seragam PNS. Syalam Syahputera yang digiring pertama kali tidak begitu menghiraukan wartawan yang menanyainya.
Baca: Perintah Kapolda: Buru 2 Pekerja BRI, Bawa Kabur Rp 6 Miliar
Baca: Pejabat Dinas Perikanan Jadi Saksi Perkara Korupsi Pengadaan 6 Unit Kapal Nelayan
Syalam berjalan dengan santai, dan sempat berdiri menunggu teman-temanya di lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut. Namun kepala sekolah, bendahara dinas pendidikan Kabupaten Langkat, dan guru tampak malu dan menutupi wajahnya difoto oleh pewarta.
Satu-satunya perempuan yang terjaring OTT adalah yang disebut sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Stabat, Patini, terlihat berlindung di bahu personil polisi yang menangkapnya saat memasuki lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Panjaitan mengatakan ke sebelas orang tersebut mereka OTT saat delapan kepala sekolah sedang menyetorkan uang potongan dana Bantuan Operasional Sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
"Ini kasusnya pemotongan dana BOS. Setiap siswa SMP di langkat dipotong Rp 10 per siswa, dana BOSnya. Berapa banyak yang terkumpul? Masih kami dalami. Besok baru dirilis yah," ujar Kombes Pol Toga Panjaitan.
berdasarkan data http://referensi.data.kemdikbud.go.id/ di Kabupaten Langkat terdapat 62 Sekolah Menengah Pertama Negeri dengan jumlah siswanya 25,449. Adapun nilai dana bos per siswa selama setahun untuk SMPN yaitu Rp 1.000.000. (ryd/tribun-medan.com)