Citizen Reporter

Inilah Salah Satu Kota Tujuan Wisata Bahari Dunia

Menuju ke Sabang, route yang saya lalui melalui Kota Banda Aceh lewat Pelabuhan Ulee Lheue. Pada saat itu, ferry (kapal laut)

Inilah Salah Satu Kota Tujuan Wisata Bahari Dunia
Tribun Medan / Ayu Prasandi
Menuju Sabang, Banda Aceh, titik O Kilometer. 

Sabang dikatakan tempat wisata yang nyaman, aman, dan terbuka bagi orang luar. Semasa Aceh dalam suasana konflik, Sabang merupakan wilayah paling aman. Suasana tersebut masih terasa sampai saat ini. Tak hanya aman dari konflik, Sabang juga aman dari tindakan pencurian. Path sempat bercerita bahwa ada seorang wisatawan dari negara Eropa dompetnya terjatuh. Dalam dompet itu ada uang yang kalau dirupiahkan nilainya mencapai Rp200 juta. Namun dompet itu berada di tangan pemiliknya setelah ditemukan oleh seorang anak.

Demikian pula saat wisatawan dari Malaysia yang dompetnya jatuh. Dalam dompet itu tak hanya uang namun juga passport. Sama dengan kejadian di atas, dompet dan passport itu kembali setelah ditemukan oleh seorang sopir taxi. "Mudah-mudahan kesadaran masyarakat akan tetap baik," ujarnya.

pulau rubiah

Laut Bening di Pulau Rubiah

Menuju ke Pulau Rubiah, kita akan menemukan banyak wisatawan menaiki perahu dengan kaca dibawahnya untuk melihat ikan-ikan yang bermain di sekitaran terumbu karang. Pulau Rubiah adalah sebuah pulau yang kecil sehingga sebelum melabuh di pulau itu, kita bisa mengelilinginya. Terlihat rupa bumi pulau itu dipenuhi dengan batu-batu hitam dan besar. Batu-batu itulah yang membuat Pulau Rubiah kokoh terlindungi dari hempasan gelombang.

Meski Pulau Rubiah di sisi-sisinya berupa tebing batu nan cadas, namun di beberapa bagian ada tempat untuk wisatawan berwisata air seperti berenang, menyelam, dan mengapung. Hal demikian disebabkan karena air laut Pulau Rubiah sangat bening, sebening kaca, tembus hingga ke dasar dan tidak dalam. Hal inilah yang membuat segala umur bisa berenang dan melakukan wisata air.

Pulau Rubiah memang dijadikan sebagai tempat wisata menyelam, berenang, dan mengapung. Di tempat itu ada tempat penyewaan peralatan menyelam dan mengapung. Warna jaket pelampung orange banyak menggantung di tempat itu selain alat bantu pernafasan dan kaca mata air.

Pada saat saya ke sana, terlihat ratusan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara menyeruak di tepi Pulau Rubiah yang tampak ceria bermain air. Di tepi-tepi pulau itu ada bangunan-bangunan kayu, selain sebagai tempat penyewaan alat berenang, menyelam, dan mengapung juga melayani makanan dan minuman.

Meriung di Warung Kopi

Selepas Maghrib, warung kopi yang berada di samping gudang Pelabuhan Sabang mulai didatangi para penikmat kopi. Laki-laki, perempuan, tua, muda, maupun anak-anak berbaur di tempat itu. Sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Kota Sabang, para pengunjung memesan kopi asli aceh seperti ulee kareng dan sanger. Meski demikian, bagi para pengunjung yang tak suka kopi, misalnya anak-anak atau perempuan, mereka disediakan minuman alternatif seperti juice buah. Ramainya warung membuat jalan di samping gudang sesak oleh parkir sepeda motor dan mobil milik pengunjung.

Warung kopi di tempat itu dan tempat-tempat lainnya selalu ramai dikunjungi, sebab di sana pengunjung tak hanya meneguk kopi tapi juga ngobrol ngalor-ngidul. Bahkan kalau ada Liga Premier Inggris, pengunjung membludak. Sambil meneguk kopi mereka menonton sepak bola. Warung itu memang sepertinya mengerti bahwa pengunjungnya adalah para penggemar bola, tak heran di salah satu dindingnya dipasang syal bertuliskan Barcelona FC.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved