Ketua Komnas PA Minta Siswa Siluman Jangan Dikeluarkan, Abyadi Katakan Hal Menohok Ini

Arist justru dianggap turut mendukung praktik melanggar peraturan bila turut memaksa agar ratusan peserta didik

Ketua Komnas PA Minta Siswa Siluman Jangan Dikeluarkan, Abyadi Katakan Hal Menohok Ini
Tribun Medan / Royandi
Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar (kiri) saat berkunjung ke SMAN 2 Medan, Selasa (29/8/2017). (Tribun Medan / Royandi) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mendukung peserta didik ilegal atau siswa siluman di SMAN 2 Medan tidak dikeluarkan dari sekolah.

Padahal berdasarkan rekomendasi inspektorat Pemprov Sumut, 180 siswa siluman di SMAN 2 dan 72 siswa siluman di SMAN 13 Medan harus dikeluarkan.

Hal ini menyulut reaksi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar.

Menurut Abyadi, Arist justru dianggap turut mendukung praktik melanggar peraturan bila turut memaksa agar ratusan peserta didik tersebut tetap masuk sekolah negeri, walau tanpa melalui jalur resmi PPDB Online.

Baca: ANEH! Arist Merdeka Sirait Minta SMAN 2 Jangan Keluarkan 180 Siswa Siluman

"Anak-anak juga menurut saya harus dididik taat aturan. Jujur. Bukan curang," ujar Abyadi di kantornya Jalan Majapahit, Medan, Selasa (17/10/2017).

Abyadi menyarankan Arist agar memahami duduk persoalan. Ketua LSM Komisi Nasional Perlindungan Anak ini dianggap perlu mendengar keterangan semua pihak agar bisa berpikir netral.

"Mestinya juga ke Dinas Pendidikan agar dapat gambaran persoalan secara utuh. Kalau ke SMAN 2 saja, maka dapat info secara sepihak," ujar Abyadi.

Baca: Orangtua Siswa Siluman Diduga Nyogok Rp 10 Juta, Tapi Arist Merdeka Sebut Maladministrasi, Ada Apa?

Halaman
123
Penulis:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved