Breaking News:

Wah, kok Tak Ada Bupati Tobasa? Warga Meranti Sudah Menunggu Berpanas-panas, Jadi Kecewa

Anak-anak muda Kampung Meranti Timur telah bersiap berjam-jam. Mengenakan ulos Batak mereka membentuk formasi baris dua.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Salomo Tarigan
Sejumlah orang tua saat menunggu kehadiran Bupati Tobasa, Darwin Siagian di Desa Meranti Timur, Pintu Pohan Meranti, Tobasa, Jumat (20/10/2017).TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA 

 Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.COM, -TOBASA-Sejak pagi sekitar ratusan warga sudah bersiap menanti kehadiran bupatinya di Desa Meranti Timur, Pintu Pohan Meranti, Tobasa, Jumat (20/10/2017). Hingga pukul 12.00 WIB ditungu, rupanya orang nomor satu di Tobasa itu tak kunjung hadir.

 Tenda warna biru telah terpasang. Tempat duduk khusus untuk bupati dan rombongan telah diseterilkan di bawah tratak khusus yang di atas mejanya tersedia buah-buahan. Di antara ratusan warga yang telah menunggu, tidak sedikit terlihat orangtua yang rela berpanas-panasan karena tidak muat duduk di bawah tenda.

Baca: VIRAL! Kondisi Tangan Gadis Berjilbab Ini Terikat ke Belakang, Habis Dianiaya Dibuang

Padahal sebelumnya beredar informasi di tengah masyarakat, Bupati Tobasa,  Darwin Siagian akan hadir pada peresmian kampung KB di Desa Meranti Timur. Tak seperti diharapkan, ketika beberapa mobil rombongan tiba, tak terlihat Bupati Darwin Siagian. Tetapi hanya dihadiri beberapa pejabat Pemkab dan ada anggota dewan.

Anak-anak muda Kampung Meranti Timur telah bersiap berjam-jam. Mengenakan ulos Batak mereka membentuk formasi baris dua. Saat iring-iringan tiba, alunan musik Batak terdengar, dan menggerakkan tubuh mereka manortor.
 

"Wah, kok tak ada bupatinya. Mana Bupati nya?," bisik seorang pemuda bertubuh tinggi kepada temannya saat menyambut pejabat-pejabat Tobasa itu sambil manortor dan mengarahkan para tamu yang mereka pikir berbarengan dengan kepala daerahnya.

Baca: Teman Sekolah Kehilangan Jejak Nadya di Jalan Rakutta, WA Gak Dibalas, Telepon Gak Diangkat

Sejumlah kaum ibu yang duduk memanjang di kursi gereja dan mengenakan kebaya di lapangan itu, langsung berdiri saat iring-iringan Pejabat Pemkab Tobasa tiba. Mereka mulai terdengar menggerutu. Saling tatap satu sama lain pun terjadi di antara mereka saat melihat rombongan yang tanpa dihadiri Bupati.

"Ai dia do, parbellak do Siagian i,". (Loh, dimana Siagian. (Kenapa kita dibohongi)," sebut Perempuan berambut mulai memutih itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved