Kerusakan Pipa di Jalan Stasiun Kereta Api Duren, Begini Kerja Keras PDAM Tirtanadi

Robohnya dinding rumah dan tanah di lokasi galian pipa bocor membuat pekerjaan makin lama

Kerusakan Pipa  di Jalan Stasiun Kereta Api Duren, Begini Kerja Keras PDAM Tirtanadi
PDAM Tirtanadi Medan bekerja ekstra keras, memperbaiki kerusakan pipa induk berdiameter 1.000 mm yang berlokasi di Jalan Stasiun Kereta Api Duren/Jalan Purwo Gang Anyelir.(TRIBUN MEDAN/ Ryan A Juskal) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pihak PDAM Tirtanadi Medan harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki kerusakan pipa induk berdiameter 1.000 mm yang berlokasi di Jalan Stasiun Kereta Api Duren/Jalan Purwo Gang Anyelir. Perbaikan masih berlangsung hingga Senin (23/10/2017).

Direktur Air Minum Delviyandri didampingi Muhri, Kadiv Transmisi Distribusi, mengatakan, kondisi medan dan letak pipa yang berada di bawah rumah warga, membuat petugas tidak leluasa melakukan perbaikan sehingga perbaikan memerlukan waktu agak lama.

"Tadi malam sekitar pukul 12.00 WIB dinding rumah warga roboh, untungnya tidak ada petugas yang berada di bawahnya" kata Delviyandri.

Robohnya dinding rumah dan tanah di lokasi galian pipa bocor membuat pekerjaan maikin lama, karena petugas kembali harus mengangkat bebatuan dan tanah longsor yang jatuh ke dalam galian pipa.

Terkait adanya bangunan di atas pipa besar PDAM Tirtanadi, menurut Delviyandri, itu memang sudah di luar kewenangan mereka, karena lahan tempat pipa ditanam adalah tanah milik PJKA.

Baca: ASTAGA! Janda Anak Satu Ini Dicekoki Miras dan Sabu oleh 4 Lelaki, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Dikatakannya, bahwa dulu lahan itu adalah jalan KA dan harusnya memang tidak ada bangunan di sana, karena merupakan jalur hijau.

"Pada saat pemasangan pipa, sudah ada koordinasi dengan pihak PJKA. Sehingga kalau ada bangunan di atas jalur pipa, bukan lagi wewenang PDAM Tirtanadi. Harusnya tidak ada izin bangunan di atas pipa. Karena kalau ada kerusakan seperti ini, maka akan berisiko bagi warga di samping upaya perbaikan menjadi terkendala,"ucapnya.

Menurut, Delviyandri, PDAM Tirtanadi juga sudah berupaya mengimbau dan memberitahu warga bahwa di jalur itu ada pipa transmisi air bersih.

PDAM Tirtanadi juga memasang patok sebagai penanda, bahwa di jalur itu ada pipa transmisi, namun warga maupun pemberi izin membangun tidak mengindahkannya, bahkan mencabut patok-patok tersebut.

Diceritakannya, bahwa jaringan pipa itu dibangun pada tahun 1990 pada saat MUDP (Medan Urban Development Project) Tahap I.

"Pemasangan pipa dari IPA Delitua sepanjang lebih kurang 20 kilometer dengan diameter 1.000 mm dan terbuat dari fiber yang memang rawan tekanan," katanya.(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved