Sekuriti Kampus USU Tak Mau Berdamai dengan Mahasiswa: Darah Harus Dibayar Darah

Namun, pihak sekuriti enggan berdamai karena merasa ada temannya yang terluka akibat dianiaya mahasiswa.

Tribun Medan/Array
Pemerintahan Mahasiswa (Pema) USU memaparkan insiden keributan dengan sekuriti. Mahasiswa kembali menuding sekuriti yang menyebabkan insiden keributan kian berkepanjangan, Senin (23/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Keributan antara mahasiswa USU dengan sekuriti ternyata sempat dimediasi oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Budi Agustono pada Kamis (19/10/2017) kemarin.

Namun, pihak sekuriti enggan berdamai karena merasa ada temannya yang terluka akibat dianiaya mahasiswa.

"Setelah terjadi gesekan pada Rabu (18/10/2017) kemarin, Dekan FIB sudah berusaha memediasi. Namun, sekuriti berinisial PM tidak mau. Di hadapan Dekan, PM mengatakan darah harus dibayar darah," kata Gubernur FIB USU, Yosua Yordan Manalu, Senin (23/10/2017).

Baca: Oknum Sekuriti USU Pelaku Penganiaya Mahasiswa Terancam Dijerat Pasal Berlapis

Yosua mengatakan, keributan berawal dari cekcok antara Imanuel Silaban dengan sekuriti bernama Selamet. Pada Rabu (18/10/2017) lalu, kata Yosua, Selamet justru memukul Imanuel hingga mengundang kemarahan mahasiswa lain.

Saat keributan, sekuriti bernama Selamet mendapat penganiayaan dari mahasiswa karena lebih dulu melakukan pemukulan terhadap Imanuel. Karena masalah inilah kemudian keributan meluas hingga Imanuel diculik dan dianiaya sekelompok sekuriti.

Baca: Dianiaya Oknum Sekuriti USU, Mahasiswa Perlihatkan Bukti-bukti Ini

Terkait keributan ini, belakangan pihak USU menyebutkan bahwa Imanuel sejatinya sudah di drop out (DO) dari kampus. Namun isu ini dianggap sebagai celah untuk mengesampingkan penculikan dan penganiayaan terhadap Imanuel.

"Walaupun Imanuel katanya di DO, tapi kita bukan bicara itu. Kita bicara soal penganiayaan. Dan soal masalah itu (DO), Imanuel sedang memperjuangkan perkuliahannya," kata Yosua.

Terkait persoalan ini, beredar kabar jika mahasiswa akan melakukan aksi lanjutan ke gedung Rektorat. Mereka meminta pertanggungjawaban kampus mengenai masalah ini.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved