Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Mencirim City PSMS Medan 0 - 3, Masih Banyak Peluang Terbuang

Walau secara umum puas, Pelatih Kepala PSMS, Djajang Nurdjaman (Djanur) memberikan catatan. PSMS hanya berhasil memaksimalkan tiga peluang.

TRIBUN MEDAN/Ilham F Harahap
Suasana laga PSMS Medan kontra Mencirim City di Stadion Mencirim, Deliserdang, Rabu (25/10/2017). 

MEDAN, TRIBUN-Mengambil inisiatif menyerang sejak pluit awal laga, PSMS berhasil mendominasi lapangan dan menang 3-0 atas Mencirim City FC, pada laga uji coba di Stadion Mencirim, Kutalimbaru, Deliserdang, Rabu (25/10).

PSMS unggul lewat Frets Butuan yang mencetak dua gol, dan Gusti Sandria.

Walau secara umum puas, Pelatih Kepala PSMS, Djajang Nurdjaman (Djanur) memberikan catatan. PSMS hanya berhasil memaksimalkan tiga peluang.

"Progres sudah ada. Beberapa kelemahan sudah bisa diminimalisir. Namun soal finishing sepertinya masih belum terlalu menggembirakan. Di pertandingan ini kita punya banyak peluang. Semestinya bisa lebih dari tiga gol. Artinya, masih banyak peluang yang terbuang," kata Djanur usai laga.

Banyaknya peluang ini, imbuh Djanur, juga tidak sepenuhnya berangkat dari keunggulan organisasi permainan PSMS. Melainkan lebih kepada kekurangsolidan dari Mencirim City. Bukan cuma tak solid, permainan Mencirim juga dinilainya terlalu santai.

"Padahal materi mereka bagus. Sayangnya, perlawanan yang diberikan Mencirim sepanjang laga boleh dibilang tidak terlalu keras. Mereka tidak melakukan pressing-pressing terhadap pemain PSMS. Ini yang membuat kami jadi lebih leluasa," ujarnya.

Djanur tidak keliru. Mencirim bermain menyerang. Bermaterikan gelandang-gelandang kreatif semacam Faisal Azmi, M Afan Lubis, dan Alejandro Tobar, serangan Mencirim awalnya justru lebih variatif.

Ditopang Donny Fernando Siregar, ketiga gelandang ini sempat membuat lini tengah PSMS kelimpungan. Beberapa kali duet striker asing mereka, Martinez dan Cristian Carassco mengancam gawang PSMS yang dikawal Abdul Rahim.

Namun tekanan ini berlangsung tidak lama. Pressing ketat yang dilancarkan pemain PSMS membuat alur bola Mencirim jadi kacau. Dalam situasi balik tertekan, gelandang-gelandang Mencirim tidak merespon dengan pressing yang sama.

Lepas dari tekanan PSMS mulai melancarkan gempuran-gempuran. Menit 38, lewat kerjasama apik I Made Wirahadi dan Frets Butuan, Ayam Kinantan --julukan PSMS-- berhasil unggul. Kerjasama satu dua yang cepat dengan Wirahadi dituntaskan dengan dingin oleh Frets.

Gempuran PSMS makin kencang. Lima menit berselang, giliran Gustri Sandria mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat satu umpan dari tengah lapangan, Gusti yang tidak mendapat kawalan melarikan bola mendekati kotak penalti Mencirim.

Gusti melewati adangan seorang pemain Mencirim sebelum melepaskan tendangan keras kaki kiri yang bersarang di sudut gawang.

Paruh waktu kedua, situasi di lapangan tidak berubah. Mencirim tetap bermain stylish. Tidak banyak pressing yang ketat dan keras diberikan. Meski ada benturan-benturan, hal ini tidak cukup kuat untuk merusak irama permainan PSMS.

Menit 83, Frets Butuan mencetak golnya yang kedua. Aksi individunya dari sisi kiri lapangan membuat barisan pertahanan kocar-kacir. Melewati sedikitnya tiga pemain Mencirim, Frets melepaskan tendangan keras yang gagal diadang kiper Mencirim, Bayu.

Tertinggal tiga gol Mencirim berupaya bangkit. Namun hingga laga berakhir skor tidak berubah.

"Kita butuh satu uji coba lagi. Mungkin dengan lawannya yang relatif lebih sepadan, ya. Lini depan kita masih belum teruji benar. Demikian juga lini belakang. Hari ini mereka sedikit sekali mendapatkan tekanan. Dalam satu dua hari ini kita akan mencari lawan. Mudah-mudahan bisa terlaksana sebelum babak 8 Besar," kata Djanur.(lam)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved