News Video

Kecewa dengan PLN, Masyarakat di Desa Ini Tidak Mau Bayar Tagihan Listrik

Belum optimalnya layanan PT PLN (Persero)membuat masyarakat kecewa, bahkan menolak membayar tagihan listrik.

TRIBUN-MEDAN.COM - Belum optimalnya layanan PT PLN (Persero), sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik, khususnya di daerah Kabupaten PALI membuat masyarakat kecewa.

Listrik byar pet (sering padam), subsisi dicabut mengakibatkan tagihan membengkak.

Kondisi ini diperparah harga karet anjlok sehingga tunggakan membengkak, dan warga pun menolak membayar listrik.

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) adalah salah satu kabupaten di Sumsel yang merupakan DOB (daerah otonomi baru) hasil pemekaran dari Kabupaten Muaraenim yang disahkan 11 Januari 2013 melalui UU No 7 tahun 2013.

Bahkan, sangat fantastis, satu pelanggan tercatat menunggak hingga 33-88 bulan dan satu
desa menunggak hingga Rp 2 miliar lebih.

Baca: Inilah Kendala yang Dihadapi PLN dalam Membuka Jaringan Listrik

Baca: Jaringan Listrik 54 Desa Berbiaya Rp 59,8 Miliar

Di salah satu desa, persentase warga yang tidak mau bayar hingga mencapai 80 persen. Bahkan, warga yang menolak membayar listrik beralasan solidaritas antar tetangga.

"Jika tetangga tidak bayar, kami juga tidak bayar," ujar seorang warga.

Kades Betung Selatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Achmad Lakoni saat ditemui membenarkan jika sebagian besar warganya menunggak tagihan listrik.

Halaman
12
Editor: Hendrik Naipospos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved