Operasi Zebra 2017

Pengendara di Sumut Suka Melawan Arus, Ini Alasannya

Kapolda Sumatera Utara, Irjend Paulus Waterpauw mengatakan Operasi Zebra Toba 2017 perlu dilaksanakan

Pengendara di Sumut Suka Melawan Arus, Ini Alasannya
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Arus lalu lintas terpantau dari ATCS di seputaran Lapangan Merdeka Medan padat merayap, Jumat (20/10/017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Kapolda Sumatera Utara, Irjend Paulus Waterpauw mengatakan Operasi Zebra Toba 2017 perlu dilaksanakan untuk menciptakan ketertiban dalam berlalulintas. Katanya, upaya ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi aturan berlalulintas.

"Dari data yang yang ada pada kami, pelanggaran lalulintas paling banyak itu adalah melawan arus. Biasanya, orang begitu keluar dari kampungnya, dia akan cari jalan pintas, ya itu tadi melawan arus," ungkap Paulus usai mengikuti apel gabungan Operasi Zebra Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (1/10/2017).

Mantan Kapolda Papua ini mengatakan, terjadi tren penurunan angka kecelakaan lalulintas selama pelaksanaan Operasi Zebra. Di tahun 2015, lanjutnya, terjadi kecelakaan lalulintas sebanyak 116 kasus.

Baca: Belum Resmi Bercerai, Indadari Ungkap Caisar Sudah Punya Sosok Pengganti Dirinya

Baca: Waspada, Ini Dua Kabar Hoax Mengenai Registrasi Kartu SIM yang Harus Kamu Ketahui

Baca: Hari Ini Polisi Razia Serentak, Jangan Asal Mau Ditilang tapi Lengkapi Juga Surat-surat Kendaraan

Baca: Kronologi Lengkap Baku Tembak Polisi vs Pencuri Motor, Jasad Itu Bersimbah Darah

Baca: Duh Ampun, Begini Jadinya Kalau Sejoli Nekat Mesum di Toilet Masjid

Baca: Simak Pengakuan Mengejutkan soal Surga Dunia di Hotel Alexis yang Pernah Dibilang Ahok

"Pada tahun 2016, jumlah kecelakaan lalulintas menurun menjadi 84 kasus," ujar Paulus. Pria yang sempat digadang-gadang akan maju sebagai calon Gubernur Papua ini menyebut, jumlah korban meninggal dunia juga turun tahun 2016.

"Di tahun 2015, kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu sebanyak 41 orang. Sementara di tahun 2016, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 30 orang," ungkap Paulus.

Jendral bintang dua ini menjelaskan, jumlah luka berat juga turun. Pada tahun 2015, jumlah luka berat sebanyak 53 orang, dan di tahun 2016 jumlah luka berat menjadi 38 orang.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi mengatakan masyarakat harus mematuhi rambu-rambu lalulintas yang ada. Dengan begitu, Sumatera Utara dapat membuktikan bahwa masyarakat Medan khususnya benar-benar menjunjung budaya tertib berlalulintas. (*)

Penulis: ArgusA
Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved