Heboh Medsos

Setelah Kasus Ambulans Maut, Dinkes Tapanuli Utara Posting Ini di Facebook

Marganda Parulian Lumbantobing, warga Aeknasia Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, tiba-tiba terkena serangan stroke.

Setelah Kasus Ambulans Maut, Dinkes Tapanuli Utara Posting Ini di Facebook
facebook
Ambulans 119 PSC Dinkes Taput mengevakuasi pasien stroke 

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah kasus ambulans maut yang tidak punya ban serap, Dinas Kesehatan Tapanuli Utara memosting aktivitas ambulans PSC (Public Safety Centre) 119 menyelamatkan pasien stroke.

Judulnya; Kesigapan Supir PSC Selamatkan Pasien Stroke.

Disebutkan, Marganda Parulian Lumbantobing, warga Aeknasia Desa Parbubu Dolok, Kecamatan Tarutung, tiba-tiba terkena serangan stroke.

Keluarganya, Talenta Manik dengan cepat menghubungi Tim Medis PSC 119 Dinkes Taput.

"Saya sangat berterima kasih, Marganda dapat tertolong karena dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Dan Tim medis yang turun maupun sopir mobil tersebut sangat cekatan dan cepat membawa Kerumah Sakit Tarutung," kata Talenta di postingan ini.

Talentra mengatakan Marganda tiba-tiba terserang gejala Stroke dengan kondisinya yang sangat lemah serta tidak bisa duduk hanya terbaring lemah.

"Saat itu kondisinya lemah, bahkan lidah sampai tergigit dengan bicara tidak jelas. Saya langsung menelpon Call Center PSC 119, tidak begitu lama sopir dan perawat medisnya datang serta membawa ke RSUD Tarutung. Bila mereka tidak cepat datang, kami tidak tahu apa yang akan dialami Marganda,'' ungkapnya.

R Panjaitan, sopir ambulans yang membawa Marganda mengatakan, '' Tadi pagi pas saya piket, Koordinator PSC menyuruh kami berangkat menolong satu pasien gawat darurat untuk dibawa ke Rumah Sakit Tarutung."

Ia mengatakan hujatan maupun makian yang diterima mereka akibat masalah tak ada ban serap saat membawa pasien rujukan ke RSUP Adam Malik, tidak membuat mereka patah semangat.

"Ini harus kami terima, padahal mereka tidak tahu untuk menangani gawat darurat, tim medis PSC 119 harus bertaruh nyawa dengan kecepatan mobil yang sangat tinggi."

Panjiatan mengatakan kasus ambulans maut sebagai cambuk untuk lebih siap, baik dari sesi kendaraan maupun dari perlakuan ketika menangani pasien.

"Biasa itu bang, seribu kebaikan dapat hilang oleh satu ketidakbaikan, namanya pun duniawi.''

Baca: Heboh Pasien RSU Tarutung Meninggal di Ambulans, Pemicunya Bikin Miris dan Geram

Baca: Heboh Ambulans Maut, Begini Penjelasan Pihak Keluarga yang Mencengangkan

Baca: Ambulans Maut, Perkara Ban Kempes Evlyn Meninggal Dunia, Buka Bobrok Mafia Ambulans

Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved