Baca Selengkapnya di Harian Tribun Medan

TERUNGKAP, Oknum Rumah Sakit Kutip Rp 3,8 Juta dari Keluarga Pasien Meninggal untuk Pakai Ambulans

Berarti melonjak 12 hingga 15 kali. Perjalanan ke luar kota apalagi, keluarga pasien meninggal ditarik hingga jutaan rupiah.

Tribun Medan/M Daniel Effendi Siregar
Satu unit ambulan yang dimiliki Pemprov Sumut yang berstandar Kementrian Kesehatan terparkir di kantor UPT Pelayanan Ambulan dan Pengaduan Masyarakat, Pemprov Sumut, Medan, Sabtu (4/11). Ambulan tersebut memiliki kelengkapan alat ICU, berfungsi meningkatkan layanan kesehatan masyarakat khususnya untuk keadaan darurat. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kesempatan dalam kesempitan sepertinya menjadi pameo yang digunakan mafia bisnis mobil jenazah atau ambulans di Kota Medan.

Bagaimana tidak? Tarif resmi yang diatur peraturan daerah, hanya Rp 20 ribu sekali pakai dalam kota, namun kenyataanya menjadi Rp 250 ribu - Rp 300 ribu.

Berarti melonjak 12 hingga 15 kali dari tarif resmi yang ditentukan pihak Rumah sakit maupun Peraturan Daerah.

Tarif perjalanan ke luar kota apalagi, keluarga pasien meninggal ditarik hingga jutaan rupiah. 

Baca: Marak Mafia Ambulans? Ini Kata Direktur RSUP Adam Malik

Keluhan akan mahalnya tarif penggunaan mobil ambulans pernah dialami Donna Yulietta Siagian, sekali waktu.

Donna bukan dari keluarga korban, melainkan sebagai mitra penyedia mobil ambulan.

Donna yang seorang pengusaha sekaligus Bendahara DPD Partai Perindo Sumut menuturkan, Perindo memiliki mobil ambulans.

Kendaraan pengangkut orang sakit dan atau jenazah tersebut pernah digunakan keluarga pasien dari RSUP Adam Malik Medan menuju Padang Lawas Utara.

Saat itu Satpam rumah sakit menghubungi ambulans Perindo untuk mengangkat jenazah pasien dari RSUP Adam Malik.

Baca: Legitnya Bisnis Ambulans, Rumah Sakit Diduga Sewakan Lapak

Ambulans Perindo digunakan mengusung jenazah tersebut ke kampung halamannya. Biaya yang diterima Perindo dari manajemen RSUP Adam Malik hanya Rp 1,5 juta.

"Biaya ambulans kami kan hanya biaya sopir dan bensin mobil. Selebihnya kami yang nanggung. Jadi yang diterima supir kami itu hanya Rp 1,5 juta. Dia sampai nombok kemarin itu, cuma karena kami banyak sosialnya tidak masalah," ujar Donna Siagian melalui sambungan telepon kepada Harian Tribun Medan/online Tribun-Medan.com , Senin (6/11).

Baca: Mafia Ambulans Bebani Kematian Pasien, Sopir Wajib Setor Rp 1,75 Juta ke Rumah Sakit

Namun belakangan pihak kelurga pasien tersebut menyampaikan komplain kepada Partai Perindo, yang mengatakan biaya sewa ambulans Perindo sangat mahal.

Karena mendapat kompalin tersebut Partai Perindo pun langsung memanggil sopirnya dan menayakan berapa yang dimintanya saat mengantar jenazah.

"Dibilang sopir kami itu lah, kalau dia hanya terima Rp 1,5 juta, yang nyatanya membuat sopir kami rugi sebenarnya. Terus kami cek lagi lah berapa yang diberikan keluarga pasien tersebut, rupanya yang dikasih keluarga pasien ke satpam RSUP Adam Malik Rp 3,8 juta," ujar Donna.

 

Baca: Suami Pegawai BNI Rara Sitta Datangi Polres Siantar, Terima Hak Santunan Jasa Raharja

Tarif Resmi Ambulans Hanya Rp 20 Ribu Sekali Pakai

Tarif mobil jenazah terjadi perbedaan antara peraturan dengan kenyataan yang berlaku. Inilah data-data tarif ambulans di Kota Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved