Tahun 2017 Tinggal Sebulan Lagi, Serapan Dana Desa Masih 60 Persen

Kepala Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong, Taput, Sahata Siahaan mengatakan, hingga kini dana tahap kedua belum turun.

Tahun 2017 Tinggal Sebulan Lagi, Serapan Dana Desa Masih 60 Persen
Tribun Medan/Arjuna
Salah satu contoh fisik pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa di Tapanuli Utara 

TRIBUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Hingga minggu pertama November 2017, Dana Desa (DD) di kabupaten Tapanuli Utara (Taput), belum realisasi 100 persen. Padahal sisa tahun anggaran berjalan hanya tinggal 42 hari.

Kepala Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong, Taput, Sahata Siahaan mengatakan, hingga kini dana tahap kedua belum turun. Akibat dari belum turunnya dana tersebut, pembangunan desa pada sisa tahun 2017 bisa mengalami hambatan.

"Sampai saat ini, memang belum turun. Padahal seharusnya ini sudah masuk tahap kedua," ujarnya saat ditemui di Desa Lobu Siregar II, Kecamatan Siborongborong, Taput, Selasa (7/11/2017).

Baca: Mangkir saat Tes Urine, Ternyata Pejabat Ini Positif Gunakan Sabusabu

Sahata menjelaskan, kegiatan fisik yang dilakukan adalah pengerjaan saluran irigasi dengan volune 1.160 meter berlokasi di Dusun II Situri-turi.

Terpampang di Papan Proyek, nilai kegiatan fisik Rp 675,497,100, Operasional Rp 35, 552, 479 dan total keseluruhan 711, 049, 579.  Dananya bersumber dari APBN tahun anggaran 2017.

Katanya, pelaksanaan untuk tahap satu sudah akan rampung seminggu kemudian. Sementara dana desa tahap dua hingga November minggu pertama belum juga turun dari PMD.

Baca: Sudah Diresmikan Jokowi, Tapi Tol Medan-Binjai tak Kunjung Selesai, Apa Masalahnya?

Dia berharap, dana desa tersebut dapat segera turun sehingga tidak memperlambat pembangunan desa.

"Kalau kita tetap berharap, dananya segera turun dan kita pun dapat melanjutkan pembangunan," jelasnya.

F Hutagalung warga Taput menyebutkan, dana desa yang diharapkan mampu mendongkrak pembangunan yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat desa masih dalam teka-teki.

Alasannya, dari 254 Desa yang tersebar di 15 Kecamatan se-Kabupaten Taput masih ada desa yang belum memiliki infrastruktur jalan yang memadai.

Karenanya, pada saat musim penghujan beberapa desa cenderung tidak dapat dilalui oleh kenderaan roda empat. Dikhawatirkannya, fisik Pembangunan dana desa bisa amburadul dikarenakan sisa waktu yang tinggal 42 hari.

"Kita sebagai warga tentu harus mengkritisi. Ini kan sudah minggu oertama November belum juga turun dana yang tahap dua. Nah, kalau oun nanti sudah turun, bukankah nanti pengerjaannya jadi asal-asal hanya karena mengejar waktu?," keluhnya.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved