Urus SIM Repot dan Mahal, Pemohon: Punya Sertifikat 'Sakti' MSDC Dulu Baru Gampang

MSDC pun dituding sebagai biang keladi sulitnya pengurusan SIM, jika tidak memiliki sertifikat ini maka akan dipersulit

Urus SIM Repot dan Mahal, Pemohon: Punya Sertifikat 'Sakti' MSDC Dulu Baru Gampang
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Bagian penerima tamu di Kantor Medan Safety Driving Centre, Senin (5/9/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com - Prosedur pembuatan surat izin mengemudi (SIM) baru semakin sulit. Pemohon harus melalui sistem dan prosedur berliku, merepotkan serta lama waktunya.

Pemohon bolak-balik ke Satlantas Polrestabes Medan dan Medan Safety Driving Centre (MSDC) selaku lembaga swasta pemberi sertifikat mengemudi.

MSDC pun dituding sebagai biang keladi sulitnya pengurusan SIM, jika tidak memiliki sertifikat 'sakti' ini maka para pemohon bakal dipersulit untuk SIM. Bahkan untuk banyak kasus pemohon tidak lulus.

Biaya SIM C untuk pengendara sepeda motor minimum Rp 551 ribu, dan SIM A untuk pengemudi mobil roda empat minimum Rp 671ribu.

Baca: Kapolda Sumut dan Kakorlantas Mabes Polri Akan Resmikan MSDC

Pembekakan biaya itu didapat dari pengurusan sertifikat dari MSDC, setiap pemohon dipatok biaya sebesar Rp 420 ribu setiap kali penerbitan sertifikat. 

Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi.
Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Sudah dua hari aku minta cuti untuk ngurus SIM ini. Pulang dari sini nanti sudah sore. Kalau sudah sore Satlantas mana buka lagi. Terpaksalah saya ini minta libur lagi besok. Kalau nggak sia-sialah semuanya, nggak jadi punya SIM," ujar Ramadani, seorang pria yang sedang mengurus SIM C saat ditemui Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com  di area perkantoran Medan Safety Driving Centre (MSDC) di  Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11).

Pendapat senada dikemukakan Ilham, seorang warga, saat bersama keluarganya di pintu keluar Satlantas Polrestabes Medan, Jalan Adi Negoro, Rabu (8/11).

Baca: Israel Tuntut Kapolda Bubarkan MSDC

Baca: Mau Bubarkan MSDC, Silahkan Menuntut ke Gubernur

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved